Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Kamis, 15 November 2012

Home » Novel Ketika Cinta Bertasbih #2

Novel Ketika Cinta Bertasbih #2


PAGI BERTASBIH
DI DESA WANGEN
Langit dini hari selalu memikatnya. Bahkan sejak ia
masih kanak-kanak. Bintang yang berkilauan di matanya
tampak seumpama mata ribuan malaikat yang mengintip
penduduk bumi. Bulan terasa begitu anggun menciptakan
kedamaian di dalam hati. Ia tak bisa melewatkan pesona
ayat-ayat kauni yang maha indah itu begitu saja.
Sejak kecil Abahnya sudah sering membangunkannya
jam tiga pagi. Abah menggendong dan mengajaknya
menikmati keindahan surgawi. Keindahan pesona langit,
bintang gemintang, dan bulan yang sedemikian fitri.
"Di atas sana ada jutaan malaikat yang sedang
bertasbih." Begitu kata Abahnya yang tak lain adalah Kiai
Lutfi sambil menggendongnya. Ia tidak mungkin
melupakannya.
7
1
"Jutaan malaikat itu mendoakan penduduk bumi yang
tidak lalai. Penduduk bumi yang mau tahajjud saat jutaan
manusia terlelap lalai." Sambung Abah sambil membawanya
ke masjid pesantren.
Abah lalu mengajaknya untuk akrab dengan dinginnya
mata air desa Wangen. Setelah mengambil air wudhu,
Abah mengajaknya keliling pesantren, mengetok kamar
demi kamar sambil berkata, "Shalat, shalat, shalat!" Setelah
semua kamar diketuk, sang Abah mengajaknya kembali
ke masjid untuk shalat. Beberapa orang santri ada yang
sudah shalat. Ada yang masih mendengur berselimut
sarung.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.