Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Senin, 05 Maret 2012

Home » » Pikiran berdasarkan logika vs emosi

Pikiran berdasarkan logika vs emosi

Pikiran berdasarkan logika vs emosi-Manusia sering bertindak tidak logis, sisi emosi kalah dgn sisi logika, misal kita disodorkan manakan enak, secara logika kita sudah tau itu makanan ndak sehat tapi karena emosi pernah merasakan enak, akhirnya makanan itu dilahap juga

Contoh lain kalo lagi berbelanja, kita lihat ada barang bagus, secara logika kita tau nggak terlalu membutuhkan barang tsb, tapi karena dah terlanjur “suka” dgn barang tsb akhirnya dibeli

Sebetulnya lumrah buat manusia bertingkah laku seperti ini, tapi jadi bahaya kalau gara2 perilaku seperti ini kita jadi membenci diri sendiri dan mulai melihat kalau orang lain sepertinya bisa mengatur dirinya lebih baik (pada kenyataanya sebetulnya sama aja he he), kalau kita jatuh kepada tahap ini kita cenderung jadi sulit bersyukur dan imbasnya akan mengurangi tingkat bahagia

Ada sebuah fakta yang menarik, sebuah penelitian dilakukan terhadap orang2 yang otaknya rusak (entah karena stroke atau kecelakaan), yg diteliti adalah orang yg rusak di sisi emosinya saja sedangkan sisi logisnya masih utuh

Kita mungkin mengira orang tersebut akan menjadi superior, karena sisi emosi tidak akan lagi menginterupsi kalau sedang membuat keputusan sehingga dia bisa mengatur dirinya dengan sangat baik

Tapi ternyata hasilnya cukup mengejutkan para peniliti menemukan bahwa, jika di pikiran orang2 ini muncul pertanyaan “apa yang harus saya lakukan sekarang ?”, otak mereka berpikir dengan cepat sehingga mulai memunculkan puluhan solusi logis yg amat sangat baik TETAPI mereka kesulitan memutuskan mana yang harus dipilih untuk dilakukan karena mereka sudah kehilangan sisi emosi, mereka jadi kesulitan untuk menyukai dan tidak menyukai sesuatu

Dengan adanya penelitian tersebut kita paling tidak bisa merasa bersyukur masih memiliki sisi emosi di pikiran kita, kita masih bisa memutuskan sesuatu hal dengan cepat tidak seperti orang2 di atas, so dengan begitu pertimbagkan kembali jika kita sudah terlanjur membenci diri sendiri, apakah kita yakin ingin menghapus sisi emosi dari pikiran kita ?



http://adityakircon.blogsome..com/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.