Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Selasa, 06 Maret 2012

Home » » Misteri "Robin Hood" Gegerkan Jerman

Misteri "Robin Hood" Gegerkan Jerman

Misteri "Robin Hood" Gegerkan Jerman -- Sebuah misteri menggegerkan sebuah kota di Jerman. Seperti dilaporkan BBC, 5 Maret 2012, di Kota  Braunschweig, seseorang yang entah siapa, membagikan uang ke penduduk kota, dalam jumlah yang banyak. 


Uang yang dibagikan, hingga sebesar 10.000 euro itu dimasukkan dalam amplop putih. Uniknya, sang "Robin Hood" terkadang meletakkan uang tersebut ditempat tersembunyi. Misalnya, di bawah keset. Atau di balik lembaran buku himne gereja milik seorang pendeta tak berpunya. 




Dermawan itu mulai beraksi November lalu saat sebuah kisah tentang keluarga yang menjadi korban perampokan dimuat koran lokal,Braunschweiger Zeitung. Beberapa hari kemudian, korban menerima amplop putih berisi 500 euro dalam kotak suratnya, bersamaan dengan kopian artikel yang menceritakan kisah malangnya. 



Sontak, warga kota menjalani harinya dengan bersemangat, berharap ada berita baru tentang penemuan amplop dari sang dermawan. Spekulasi adanya "Robin Hood" ada di tengah mereka merebak.



Sejauh ini, sedikitnya ada2 0 amplop yang dikirim ke pintu yayasan amal dan korban kejahatan di Braunschweig. Total dana yang ia bagikan sedikitnya 190.000 euro, ke panti jompo, TK, perpustakaan, dapur umum. Seluruh amplop disertai potongan koran berisi kisah si penerima. 



Salah satu amplop dikirimkan ke sebuah keluarga, di mana anak lelaki mereka, Tom, mengalami cacat parah gara-gara kecelakaan saat berenang. "Saya sedang mengemudi saat mendengar kabar uang dikirim ke alamat saya," kata sang ibu, Claudia Neumann.

Ia mengaku mendadak harus meminggirkan mobilnya, takjub, dan tak bisa berkata apa-apa. "Untuk seseorang yang berbuat tanpa pamrih, yang bertindak di tengah masyarakat yang sedemikian individualis yang hanya berpikir untuk dirinya sendiri. Ini sangat mengagumkan," kata dia, seperti dimuat The Sun.
Pasca kecelakaan, Tom hanya dapat berkomunikasi melalui komputer. Sang ibu mengatakan, ketika ia bercerita tentang uang hadiah itu,  putranya bertepuk tangan dengan sukacita.


Uang itu rencananya akan digunakan untuk memperbesar pintu masuk rumah mereka, agar dapat diakses kursi roda. Juga untuk membayar terapi yang klaimnya ditolak perusahaan asuransi.

Soal kehebohan ini, seorang editor koran Braunschweiger Zeitung, Henning Noske meminta masyarakat agar tak bernafsu mengungkap sosok manusia dermawan itu. Sebab, jika itu dilakukan, bisa jadi sumbangan ke orang-orang yang sejatinya membutuhkan bantuan bisa dihentikan. "Mungkin dia adalah orang tua yang akan meninggal," kata dia. Atau seorang perampok orang kaya yang membagikan jarahannya pada orang-orang papa. 


Bukan "Robin Hood" pertama



Robin Hood adalah tokoh dalam cerita rakyat Inggris. Ia adalah seorang bangsawan yang menjadi musuh Sheriff of Nottingham atau Prince John, melawan pejabat yang korupsi untuk kepentingan rakyat: merampok si kaya dan korup dan membagi-bagikan harta pada kaum miskin.



Namun, legenda ini kerap jadi inspirasi di Jerman. Pada 2009 ada kisah, di mana seorang perempuan dijuluki "bankir Robin Hood". Secara rahasia, ia mentransfer uang dari nasabah kaya hingga US$11 juta ke kliennya yang miskin. Dalam 117 transfer. Modusnya, ia menyamarkan transfer tersebut sebagai pinjaman. 



Seperti dimuat BBC, perempuan itu dituntut hukuman 4 tahun pidana. Namun, pengadilan memutuskan memberikan keringanan karena pelaku segera mengaku dan tidak mendapatkan keuntungan pribadi atas perbuatannya. Pelaku juga dianggap telah mendapatkan sanksi sosial berupa kehilangan pekerjaan, dan telah diwajibkan membayar uang yang ia hilangkan.



Pengadilan Bonn menjatuhkan pidana selama 22 bulan, namun pada akhirnya penahanannya ditangguhkan.


• VIVAnews 

http://dunia.vivanews.com/news/read/293681-misteri--roobin-hood--gegerkan-jerman

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.