Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Selasa, 06 Maret 2012

Home » , » Manfaat Kecerdasan Emosi Saat Blogging

Manfaat Kecerdasan Emosi Saat Blogging

Perasaan telah menyelesaikan sesuatu adalah pil tidur yang efektif. Orang yang berhenti merasa bahwa dia telah menyelesaikan tugasnya akan cepat melemah. Perusahaan yang merasa telah mencapai tujuannya akan mandek dan kehilangan vitalitasnya (Ingvar Kamprad)
Dari buku-buku yang saya baca, saya dapat menyimpulkan bahwa kesuksesan di berbagai bidang kehidupan sangat berkaitan dengan kecerdasan emosi yang dimiliki.
Emosi – katanya – berperan penting sebagai ‘energi efektif’ yang menghadirkan nilai-nilai etika, misalnya kepercayaan, integritas, empati, keuletan dan kredibilitas serta untuk modal sosial. Hal yang paling mencolok adalah, ketika kecerdasan emosional terlihat sebagai kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan (win win solution) berdasarkan sikap saling percaya.
Ya, namanya juga emosi, jadi tentu lebih mengedepankan hati ketimbang otak, bukan?
Dan dari bacaan-bacaan lain saya juga pernah mendapatkan tulisan yang saya fikir tadinya provokatif, yang isinya: jadilah pengusaha yang emosionalBah, maksudnya, pengusaha yang keras kepala, gitu ya?
Tapi isi tulisannya ternyata bermakna lebih dalam:
Apakah ungkapan itu berlebihan? Sepertinya tidak. Seperti yang telah diketahui bersama, emosi bukan hanya mewakili rasa marah atau perasaan negatif lainnya semata, tetapi emosi juga mewakili perasaan positif seperti senang, semangat, bergairah dan lain sebagainya. Jadi, menjadi pengusaha emosional berarti kita selalu bersemangat, senang dan menyenangkan orang lain, senang akan tantangan dan cenderung memiliki sifat pemberani.
Hmm, oke, untuk lebih jelas mengenai emosi dan kecerdasan emosi, sepertinya kita harusngubek-ngubek lagi deh buku yang sering dijadikan rujukan tuk permasalahan ini, yup, buku Emotional Intelligence-nya Daniel Goleman.
Goleman memberi paparan singkat yang lebih mudah dimengerti tentang kecerdasan emosional, yaitu ia menyatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan jembatan antara apa yang kita ketahui dan apa yang kita lakukan. Sederhananya, semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang, maka orang tersebut akan semakin trampil melakukan apapun yang diketahuinya benar.
Statemen yang lebih menarik dicetuskan oleh Robert K. Cooper, yang mengatakan bahwa pada umumnya emosi lebih jujur daripada fikiran atau nalar. Menurutnya, emosi memiliki kedalaman dan kekuatan yang lebih, sehingga dapat disamakan dengan istilah latin,motus anima, yang artinya ‘jiwa yang menggerakkan kita’.
Emosi sangat bermanfaat dalam memicu kreativitas inovasi kita, mengaktifkan nilai-nilai etika dan mendorong atau mempercepat penalaran. Bahkan tak hanya itu, emosi juga akan memotivasi kita dan membuat kita lebih nyata dan lebih hidup.

Bagaimana dengan kegiatan blogging?

Pernah mendengar istilah ngeblog dengan hati? Ya, istilah itu muncul pertama kali dari buku karangan Ndoro Kakung yang sampai sekarang masih betah nginap di daftar wishlistsaya. Tapi dari sekelumit tulisan di postingan yang berjudul Ngeblog Dengan Hati Itu Basbang, ada sentilan yang bisa dibilang lezat:
Saya kasih tahu ya, Mas. Zaman sekarang ini kita mesti jadi smart blogger. Blogger yang cerdas, pakai otak. Kalau pakai hati melulu, nunggu mood, ya lamaaaaa … Teknologi sudah menyediakan segalanya. Dan memudahkan hidup kita. Sampean ndak usah capek mikir. Tinggal ongkang-ongkang kaki, blog jalan sendiri.
Hehe, iya juga ya. Blogging kalau melulu dikaitkan dengan hati dan perasaan, tentu ujung-ujungnya berhadapan dengan yang namanya mood. Tapi mau tak mau, kata-kata itu sukses membuat saya berlama-lama berkaca pada diri sendiri: hmm, selama ini saya ngeblog lebih suka pakai hati atau otak ya? :D
Dan bila ditilik lebih jauh lagi, sebenarnya tak hanya dalam proses menulis yang harus melibatkan hati agar postingan terasa hidup. Karena blogging itu bersifat interaktif, maka semua hal yang berada dalam cakupannya pun seharusnya melibatkan hati, seperti etika dalam berkomentar, sosialisasi antar blogger di jejaring sosial, hingga jalinan kerja sama yang saling menguntungkan semacam guest blogging.

Lalu, apa manfaat menjadi blogger yang emosional?

Menjadi emosional, seperti yang telah diuraikan di atas, bukan berarti main labrak tanpatedeng aling-aling. Justru emosional di sini sangat bermanfaat bagi setiap blogger di beberapa hal berikut:
  • Konsistensi dan tetap bertahan dalam perjalanan blogging mencapai apa yang dicita-citakan, serta memicu pertahanan idealisme blogging yang diemban.
  • Berfungsi sebagai energizer yang menambah gairah/passion dalam blogging.
  • Memperkuat pesan dan informasi di setiap tulisan.
  • Mendahulukan kepentingan bersama daripada memuaskan hasrat pribadi, baik dalam penyajian tulisan maupun dalam jalinan pertemanan sesama blogger. Ini penting untuk menghindarkan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan semisal cyber-bullying.
  • Lebih peka dengan situasi dan kondisi yang bermanfaat saat berinteraksi di dunia maya, sehingga kegiatan ber-internet menjadi nyaman dan aman untuk semua.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah faktor emosi dan emosional juga mempengaruhi di aktivitas blogging Anda?
http://darinholic.com/ketika-blogger-menjadi-sangat-emosional..html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.