Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Minggu, 11 Maret 2012

Home » , , , » Kata-kata Mutiara Islam Muhammad Al-Ghazali

Kata-kata Mutiara Islam Muhammad Al-Ghazali

Kata-kata Mutiara Islam dari Muhammad Al-Ghazali-Motivasi diri seorang muslim dapat ditumbuhkan melalui inspirasi kata-kata mutiara Islam. Kumpulan kata-kata mutiara Islam memiliki nilai-nilai kebenaran universal yang bisa dipraktekkan oleh siapa saja dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam artikel motivasi diri kali ini, saya mencoba mengumpulkan koleksi kata-kata mutiara Islam dari salah satu pemikir dan penulis buku terkenal, Muhammad Al-Ghazali. Al-Ghazali telah menuliskan kata-kata mutiara Islam dalam sejumlah buku yang dipublikasikan di Indonesia. Buah pikiran Al-Ghazali yang berupa kata-kata mutiara Islam telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berikut ini koleksi kata-kata mutiara Islam dari Muhammad Al-Ghazali.

Penyesalan terhadap kegagalan masa lalu dan menangisi apa yang telah terjadi, baik berupa rasa sakit atau kehancuran merupakan sebagian ciri kekufuran kepada Allah dan kebencian atas takdir-Nya. 

Di dunia ini, terlalu banyak orang yang melakukan kampanye untuk menelanjangi jasad dan jiwa dari pakaian ketakwaan dan kemuliaan dengan slogan kembali ke alam. 

Segal hal buruk yang merusak kebesaran dan keindahan fitrah adalah penyimpangan yang selayaknya dihindari dan dihilangkan, bukannya dibiarkan dan didiamkan. 

Kehilangan pandangan dan kesadaran yang jernih adalah tirai penghalang untuk memahami kebenaran. 

Bertanyalah kepada hati sebagai tempat meminta petunjuk setiap kali menghadapi masalah yang samar, dan mempercayakan jawaban pada hatinya, meskipun banyak ahli fatwa. Kedudukan manusia yang menyimpang dari fitrahnya ibarat kedudukan akar yang cacat pada pohon yang rusak, jantung yang gagal pada badan yang sakit.

Di bawah ini adalah kumpulan kata-kata mutiara Islam oleh Muhammad Al-Ghazali yang saya himpun dari berbagai sumber: 

Kehancuran agama banyak disebabkan penganutnya yang keliru sejak awal dalam memahami risalahnya, sebagaimana kekeliruan mengambil orang-orang yang berpaling dan melarikan diri dari medan perang. 

Sesungguhnya akal yang tinggi tidak bisa lepas dari wahyu, sebagaimana kecerdasan tidak bisa melepaskan diri dari teori dan kaidah ilmu pengetahuan. 

Kebenaran agama akan bermanfaat bagi orang-orang yang memahaminya dengan baik dan merealisasikannya tanpa rekayasa dan keraguan-raguan. 

Ajaran Islam yang meliputi berbagai persoalan hidup adalah panggilan jiwa yang sehat dan pemikiran yang benar. 

Petunjuk yang tersebar pada kaidah-kaidah ajaran agama menghembuskan kebebasan bagi kesempurnaan jiwa dan ketetapan yang menenangkan batin. 

Logika alamiah manusia yang sehat, saat merambah jalan menuju kebaikan, bersesuaian dengan logika ayat-ayat samawi saat memberi petunjuk kepada semua manusia menuju jalan yang lurus. 

Segala cacat yang terjadi pada tabiat karena sesuatu hal tidak bisa dijadikan standar dan tidak bisa diperhitungkan sebagai fitrah manusia. Orang-orang yang memiliki fitrah suci, menebarkan hikmah yang berharga, nasihat yang bernilai, serta mencurahkan segala kesungguhan untuk meluruskan keadaan yang melenceng dan mengurangi kesalahan yang merajalela.


Sejarah mencatat banyaknya kebinasaan dari kalangan orang-orang yang disebut sebagai tokoh agama. 

Agama memiliki karakter yang harmonis dan secara apik didalamnya terkandung keserasian dimensi akal, perasaan dan cahaya petunjuk. 

Kehancuran yang terjadi pada keberagamaan yang direkayasa menunjukkan kemenangan fitrah manusiawi. 

Kemenangan fitrah manusia seharusnya menjadi pengantar untuk memahami agama secara jernih, sesuai dengan apa yang datang dari Allah, bukan membuangnya setelah dikeruhkan oleh tangan-tangan manipulator. 

Kerancuan dalam memahami nash-nash keagamaan tidak lain karena penempatan kalimat yang bukan pada tempatnya. Inilah penyakit yang merusak agama-agama terdahulu. 

Pada saat seseorang menjadi seorang budak keinginan yang tak tercapainya, maka hal itu akan menjadi aib bagi sifat kesatrianya, dan selanjutnya menjadi aib bagi imannya. 

Harta banyak yang membuat lapang pemiliknya untuk menolong orang-orang yang membutuhkannya, lebih utama daripada yang sedikit dan terbatas.

Selain kata-kata mutiara Islam hasil pemikiran Muhammad Al-Ghazali di atas, masih banyak inspirasi yang datang dari kata-kata mutiara Islam dari pemikir muslim lainnya.

http://agussiswoyo.com/2012/02/17/kata-kata-mutiara-islam-dari-muhammad-al-ghazali,./

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.