Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Minggu, 11 Maret 2012

Home » » Cyber War, ancaman perdamaian Abad 21

Cyber War, ancaman perdamaian Abad 21

Cyber War, ancaman perdamaian Abad 21-Perkembangan Dunia Teknologi Informasi yang pesat saat ini merupakan tantangan bagi Indonesia. Tentu saja hal ini juga berimbas kepada penerapan pertahanan dan keamanan Negara yang berbasis Teknologi Informasi. Dalam hampir satu dekade ini, isu tentang cyber war terus didengungkan, bahkan diramalkan bisa memicu ketegangan antar Negara yang berimbas pada terancamnya kedamaian dunia. Kepala Badan Telekomunikasi PBB, Toure Hamadoun, pada Oktober tahun 2009 memperingatkan bahwa perang dunia bisa terjadi di dunia maya.


Firma keamanan McAfee telah berhasil menyingkap serangkaian serangan cyber yang dinilai sebagai yang terbesar yang pernah ada. Sedikitnya 72 organisasi menjadi target serangan selama lima tahun belakangan. Serangan tersebut menargetkan perusahaan-perusahaan besar, Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), International Olympic Commitee (IOC), pemerintah sejumlah negara seperti Vietnam, Korea Selatan, Kanada, dan bahkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan firma-firma keamanan. Serangan ini ditujukan untuk mencuri informasi, yang memiliki nilai politik, militer atau finansial yang tinggi.

Jepang tahun lalu diserang oleh serangkaian serangan cyber, termasuk serangan terhadap sistem komputer parlemen Jepang pada Oktober, dan sistem komputer 200 pemerintah daerah di Jepang pada November. Sistem komputer di kantor-kantor kedutaan besar dan konsulat Jepang di sembilan negara juga terinfeksi sejenis virus pertengahan tahun 2011 lalu. Sehingga kemudian Pemerintah Jepang mengembangkan sebuah virus komputer yang mampu melacak sumber sebuah serangan cyberkemudian menetralisir program komputer penyerang tersebut. Virus penangkal serangan di dunia maya tersebut merupakan puncak proyek tiga tahun senilai 179 juta yen (Rp 21,05 miliar) yang diberikan pemerintah Jepang kepada raksasa industri teknologi Fujitsu Ltd. Perusahaan tersebut secara spesifik ditugaskan untuk membuat sebuah virus penangkal serangan dan peralatan untuk memantau dan menganalisis serangan cyber.

Pada 2009, pemerintah Jerman mencatat sekitar 900 serangan terhadap sistem komputer mereka. Pada semester pertama 2011, terjadi 1.600 serangan. Sehingga kemudian pemerintah Jerman memutuskan untuk membuka pusat perang cyber nasional.

Beberapa negara sudah memiliki unit khusus pasukan cyber dalam pertahanan dan keamanan negaranya. Yang terbaru adalah Cina yang membentuk pasukan dunia maya. Pasukan tersebut diberi nama “Blue Army”, pasukan ini bertugas melindungi negara dari serangan cyber. Skuad digital ini akan berbasis di kawasan militer Guangzhou, sebelah selatan China dan akan menghabiskan anggaran hingga 1,54 juta dolar AS.

Inggris juga membangun pertahanan cyber. Sistem yang disebut Cyber Security Operations Centre (CSOC) itu berada di Government Communications Headquarters (GCHQ) Inggris, di Cheltenham, sekitar 160 kilometer arah barat laut London.

Menurut McAfee negara-negara lain yang memiliki angkatan perang dunia maya adalah Amerika Serikat, Rusia, Israel dan Prancis. Selain itu, India di tahun ini juga sedang menyiapkan bala tentara dunia maya. Amerika Serikat memiliki United States Cyber Command(USCYBERCOM) dibawah United States Strategic Command (USSTRATCOM) yang mulai diaktifkan pada tahun 2009 . Kemudian Israel mempunyai sebuah unit khusus bernama Unit 8200 yang mempunyai spesialisasi cyber walfare dibawah Israel Defense Forces (IDF).

Indonesia dan kesiapannya

Sejak 1998, Indonesia telah melakukan perang cyber dengan negara lain. Hal itu terkait masalah politik dan sosial yang terjadi. Misalnya ketika terjadi kerusuhan rasial Indonesia berperang di dunia maya dengan para hacker dari China dan Taiwan. Sementara pada 1999 juga muncul kerusuhan di dunia maya antara Indonesia dan Portugal menyangkut kasus Timor-Timur. Bahkan ketika terjadi “perang” dengan Portugal, saling serang terjadi hingga masuk sistem dan mampu menghapus semua data.

Pada tanggal 6 Agustus 2010 Symantec mengumumkan bahwa Indonesia berada diurutan kedua setelah Iran diantara 10 negara yang mengalami serangan worm Stuxnet. Stuxnet adalah worm yang khusus menyerang komputer berbasis operasi Windows, Pada tanggal 20 dan 23 November 2010 pihak militer Iran telah secara resmi menyatakan bahwa worm Stuxnetmenyerang Natanz (fasilitas nuklir Iran). Worm ini bahkan berhasil meremote ledakan berbahaya di pusat pengayaan uraninum negara pengembang nuklir tersebut. Peristiwa ini pun diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat sebagai penentang utama Program Nuklir Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir juga terjadi perang cyber antara Indonesia dengan Malaysia. Saling susup antara hacker kedua Negara mewarnai perseteruan ini. Aksi ini biasanya terjadi ketika muncul konflik politik ataupun persaingan kedua Negara. Meskipun tidak melibatkan pemerintah kedua Negara, namun aksi para hacker ini menyasar fasilitas cyber milik pemerintah Malaysia maupun Indonesia.

Kementerian Pertahanan pun menyikapi perang dunia maya ini dengan mulai aktif menggelar lokakarya yang melibatkan pengusaha dan pelaku media untuk merumuskan sistem teknologi informasi terpadu dalam menghadapi perang teknologi informasi melalui dunia maya. Sementara itu Kementerian Komunikasi dan Informasi memasukan RUU Tindak Pidana Teknologi Informasi ke dalam Prolegnas (Program Legislasi Nasional) untuk mengantisipasi ancaman cyber war. Selain itu sejak 2007 telah dibentuk Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII). ID-SIRTII merupakan badan dibawah Kementrian Komunikasi dan Informatika yang bertugas melakukan pengawasan keamanan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 26/PER/M.KOMINFO/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasi Berbasis Protokol Internet.

Kepolisian RI sudah memiliki badan khusus untuk menangani kejahatan cyber yaitu Unit Cyber CrimeRESKRIMSUS POLRI. Ada juga lembaga non pemerintah yaitu Indonesia Computer Emergency Response Team (ID-CERT). ID-CERT dalam kegiatannya melakukan advokasi dan koordinasi penanganan insiden keamanan di Indonesia. Bukan tidak mungkin pemerintah juga mempertimbangkan pembentukan angkatan perang khusus yang akan menangani serangan cyber. Hal ini dimungkinkan karena pengguna internet di Indonesia dua tahun lagi diperkirakan mencapai 150 juta orang dan akan semakin banyak data penting yang diolah dan disimpan dengan basis cyber.


http://alzirnikh.wordpress.com/2012/03/07/cyber-war-ancaman-perdamaian-abad-21,/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.