Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Jumat, 17 Februari 2012

Home » , , » Phoenix - Burung Mitos Berbagai Budaya

Phoenix - Burung Mitos Berbagai Budaya

Phoenix - Burung Mitos Berbagai BudayaPhoenix merupakan simbol mitologi kuno untuk keabadian dan kebangkitan. Phoenix banyak pula dipakai dalam budaya populer novel, misalnya pada novel Harry Potter karya J.K Rowling. Di novel tersebut, Phoenix digambarkan dapat menghilang dengan cahaya menyilaukan, menyembuhkan luka dengan air matanya, dan sebagainya.

Phoenix banyak pula disebut-sebut dalam legenda berbagai bangsa, yang di antaranya memiliki persamaan persepsi satu sama lain. Apa sebenarnya Phoenix itu?

Asal Mula Phoenix

Phoenix adalah burung legendaris yang berasal dari mitologi Yunani, Romawi, dan Mesir Kuno. Konon, phoenix dapat hidup selama 500 tahun, lalu mati, dan terlahir kembali. Phoenix memiliki bulu berwarna merah tua keemasan dan berukuran sebesar burung elang.

Tepat sebelum mati, burung phoenix membuat sarang dari tumbuhan herbal, di antaranya kayu manis dan kemenyan. Lalu, phoenix sengaja membakar sarangnya dan mati. Namun, phoenix baru lahir dari sisa-sisa sarang yang terbakar.

Ketika phoenix muda sudah cukup kuat, ia akan mengumpulkan abu phoenix yang mati ke dalam semacam telur yang terbuat dari kemenyan. Lalu, phoenix muda membawa telur tersebut ke Heliopolis, kota matahari zaman Mesir Kuno dan meletakkannya di altar Dewa Matahari, yaitu Dewa Ra.

Phoenix diasosiasikan dengan kehidupan abadi dan reinkarnasi pada zaman Mesir Kuno. Bangsa Romawi Kuno menggunakan phoenix dalam koinnya untuk melambangkan Kota Roma. Pengikut Kristen awal menganggap phoenix sebagai simbol kebangkitan. Phoenix juga muncul dalam mitologi China dan Jepang.

Penggambaran Phoenix

Phoenix merupakan burung imajiner berukuran sebesar bangau. Bentuk fisik burung ini mungkin dipengaruhi oleh bangau. Arkeologis menemukan bahwa bangau berukuran sangat besar hidup di sekitar Teluk Persia pada 5.000 tahun lalu. Ada spekulasi bahwa mungkin burung ini terlihat oleh pengembara Mesir Kuno lalu tersebar isu bahwa burung bangau yang sangat besar terlihat sekali dalam 500 tahun di Mesir.

Phoenix memiliki dua bulu panjang di bagian puncak kepalanya dan sering digambarkan bermahkota Osiris. Dalam mitologi Mesir Kuno, phoenix disebut juga Bennu. Bennu diperkirakan berasal dari kata “weben” yang berarti “bangkit” atau “bersinar”. Phoenix dianggap mewakili jiwa Dewa Matahari, yaitu Dewa Ra. Pada periode akhir Mesir Kuno, hieroglip phoenix digunakan untuk melambangkan dewa. Phoenix juga melambangkan kebangkitan Osiris.

Phoenix dalam Mitologi Mesir

Menurut bangsa Mesir, phoenix merupakan burung mitos yang berukuran sebesar elang dengan bulu keemasan dan suara yang melodius. Konon, phoenix membuat sarangnya di dekat sumur dan muncul setiap subuh untuk menyanyikan melodi yang sangat indah sehingga Dewa Matahari pun menyimaknya.

Hanya ada satu phoenix yang hidup dalam 500 tahun. Jika akan mendekati ajalnya, phoenix akan membuat sarang dari cabang-cabang tumbuhan herbal lalu membakar dirinya bersama sarangnya. Setelah tiga hari, phoenix baru muncul dari abu sisa-sisa sarang yang terbakar. Konon, phoenix baru tersebut muncul dari tengah-tengah api. Phoenix muda kemudian mengumpulkan abu phoenix pendahulunya dalam sebuah telur dan membawanya ke Heliopolis, untuk diletakkan di altar Dewa Matahari.

Phoenix melambangkan kematian dan kelahiran matahari. Phoenix dideskripsikan menyerupai burung bangau atau burung elang. Makanan dan minuman phoenix adalah embun. Phoenix tidak membunuh hewan apa pun dan tidak merusak apa pun yang disentuhnya. Bangsa Mesir Kuno menganggapnya sebagai raja burung. Julukannya yang lain adalah burung matahari, burung Assyria, burung Mesir, dan burung Sungai Gangga.

Catatan mengenai phoenix kali pertama dibuat oleh Hesiod pada abad ke-8 SM. Namun catatan yang lebih mendetail ditulis oleh Herodotus dari Halicarnassus, yaitu seorang sejarawan Yunani Kuno termasyhur pada abad ke-5 SM. 

Phoenix dalam Mitologi China

Phoenix dalam Mitologi China merupakan simbol kebajikan dan rahmat, serta kekuatan dan kemakmuran. Phoenix melambangkan keseimbangan yin dan yang. Menurut bangsa China, phoenix merupakan burung yang lemah lembut, ia turun dengan sangat hati-hati sehingga tidak merusak apa pun yang dipijak atau disentuhnya. Phoenix dianggap kekuatan yang dikirim dari surga yang ditujukan untuk kaisar.

Jika phoenix yang digunakan untuk dekorasi rumah, maka melambangkan kesetiaan dan kejujuran penghuni rumah tersebut. Perhiasan dengan motif phoenix melambangkan pemakainya yang menjunjung moral tinggi. Jadi simbol phoenix hanya bisa dipakai oleh seseorang penting.

Menurut bangsa China, phoenix digambarkan memiliki paruh seperti ayam, wajah seperti burung walet, leher seperti ular, dada seperti angsa, punggung seperti kura-kura, dan ekor seperti ikan.

Phoenix dalam mitologi China disebut juga Feng Huang. Penggambaran Feng Huang yang paling umum adalah ia sedang menyerang ular dengan cakar dan sayapnya mengembang. Sesungguhnya, gambaran phoenix sudah muncul di China selama 7000 tahun. Biasanya gambar phoenix muncul pada giok dan merupakan simbol keberuntungan. Meskipun pada masa Dinasti Han, phoenix jantan dan betina yang saling berhadapan digunakan untuk simbol yang mewakili arah selatan.

Phoenix dalam versi China memiliki bulu hitam, putih, merah, hijau, dan kuning, yang konon menggambarkan kebajikan dan kesetiaan penganut Confucius. Simbol phoenix biasa diletakkan pada buku-buku tebal dan kuburan. 

Phoenix dalam Mitologi Jepang

Phoenix versi Jepang disebut juga Ho-Oo. Ho adalah phoenix jantan dan Oo adalah phoenix betina. Phoenix kali pertama diperkenalkan pada periode Asuka (sekitar pertengahan abad ke-6 hingga pertengahan abad ke-7). Gambaran Ho-Oo menyerupai Feng-Huang, yaitu phoenix versi China.

Ho-Oo sering kali digambarkan bersarang di pohon paulownia dan diperkirakan hanya muncul saat penguasa yang berbudi luhur lahir dan saat pergantian era, yaitu ketika phoenix turun dari surga untuk melakukan perbuatan baik pada manusia. Dalam cerita lainnya, Ho-Oo muncul hanya pada masa yang penuh kedamaian dan kemakmuran, yang sangat jarang terjadi.

Ho-Oo digunakan sebagai simbol keluarga bangsawan, terutama keluarga kaisar. Ho-Oo mewakili matahari, keadilan, kesetiaan, dan kepatuhan. Gambar Ho-Oo muncul dalam berbagai benda, misalnya kaca, tekstil, perhiasan, dan sebagainya.

Mitos Lain Phoenix

Selain dalam mitologi Mesir, China, dan Jepang, phoenix juga dikenal sebagai figur utama pada budaya bangsa Lebanon zaman dahulu. Mereka menganggap dirinya sebagai keturunan Phoenicians dan sebagai putra phoenix. Negara Lebanon juga memiliki sejarah yang mirip dengan phoenix, yaitu “jatuh” dan “bangkit” selama 7 kali sepanjang sejarahnya.

Siklus kebangkitan, kelahiran, dan kaitannya yang dekat dengan siklus alami bumi, sangatlah wajar bila legenda phoenix dikenal dan tersebar luas dalam banyak kebudayaan dan masyarakat. Baik phoenix memiliki bulu keemasan, dapat menghilang, atau makhluk yang tidak dapat mati sebaiknya tidak perlu diperdebatkan. Legenda phoenix harus diperlakukan dengan pendekatan budaya dan bagian dari sejarah beberapa bangsa.

Kalimat "rising like a Phoenix from the Ashes" sering kali digunakan dalam olahraga ketika suatu tim sedang mengalami kekalahan lalu bangkit untuk pada akhirnya menjadi pemenang. Mitos kebijakan dan keluhuran membuat phoenix sering digunakan sebagai maskot atau simbol pada berbagai organisasi, dan bahkan digunakan sebagai nama firma.



Sumber:
http://www.anneahira.com/phoenix.htm

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.