Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Selasa, 28 Februari 2012

Home » » Metode Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan

Metode Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan

Metode Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan-Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran keaksaraan harus mempertimbangkan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan warga belajar. Dalam setiap kelompok belajar, kemampuan warga belajar cenderung heterogen. Oleh karena itu, tutor perlu menggunakan metode yang bervariasi (Direktorat Pendidikan Masyarakat, 2006). Ada beberapa metode yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan, yakni:


1. Metode Pendekatan Pengalaman Berbahasa (PPB)
Metode ini menitikberatkan bahan bacaan (kata, frasa, kalimat) yang digunakan berasal dari ucapan warga belajar sendiri. Setelah warha belajar mengenal kalimat yang diucapkannya, mahasiswa, sebagai tutor, memenggal kalimat menjadi kata dan membantu mereka mempelajari kata-kata tersebut. Selanjutnya tutor membagi kata menjadi suku kata, dan menguraikan suku kata menjadi huruf-huruf. Dengan demikian warga belajar mengenali huruf dalam konteks yang mempunyai arti, bukan belajar huruf sebagai bagian dari abjad.

2. Metode SAS (Structure Analytic Syntheis)
Metode SAS menekankan bahwa belajar membaca dan menulis akan efektif jika dihadapkan terlebih dahulu pada konsep “kalimat baru” kemudian dikenalkan kepada bagian-bagian dari kalimat tersebut (deduktif). Metode SAS akan bermanfaat dan menarik minat wagra belajar apabila menggunakan berbagai informasi yang dekat dengan diri mereka. Keterkaitan itu akan bertambah lagi jika hal-hal yang dipelajari itu memang diperlukan oleh warga belajar.

3. Metode Kata Kunci (Key words)
Dalam proses pembelajarannya, metode ini menggunakan tema-tema penggerak dan kata-kata kunci yang diangkatkan dari kehidupan masyarakat yang mengandung makna langsung bagi warga belajar.

4. Metode Suku Kata
Metode ini sangat efektif untuk membantu warga belajar yang masih buta aksara murni. Konsep utama dalam metode ini adalah mempelajari suku kata tertentu yang seiring dilafalkan dan memiliki makna yang jelas dengan prinsip mengulangi, menghafal, dan melatih semua jenis huruf, baik konsonan maupun vocal yang membentuk suku kata tersebut.

5. Metode Abjad
Dalam pembelajaran yang menggunakan metode ini, warag belajar perlu menuli skata-katanya sendiri, karena jika orang lain yang memilih dan menuliskan kata-kata tersebut, maka warga belajar yang bersangkutan tidak dapat membaca.

6. Metode Transliterasi
Metode ini sangat efektif untuk membantu warga belajar yang buta huruf latin, tetapi mereka sudah memiliki sedikit kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) dengan menggunakan huruf arab. Konsep utama dalam metode ini adalah menyamakan ucapan bunyi huruf/ aksara arab dengan aksara latin. Dalam kaitan ini, warga belajar mempelajar kata-kata yang bunyinya hamper sama dan menuliskannya dengan huruf latin.

7. Metode Menulis Permulaan
Dalam proses pembelajaran, belajar membaca dan menulis dilakukan secara bersamaan. Namun, berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menulis warga belajar perlu didahulukan, mengingat seseorang yang belajar menulis biasanya sekaligus mengenal dan belajar membaca. Sebaliknya, warga belajar dibelajarkan membaca terlebih dahulu, keterampilan menulisnya biasanya tertinggal. Dalam metode ini, agar warga belajar dapat meulis dengan benar, perlu dilakukan latihan. Misalnya latihan memegang pensil, latihan menggerakkan tangan dan latihan menebalkan tulisan yang sudah ada.

8. Metode Belajar Berhitung Permulaan
Dalam metode inipengenalan angka pada tahapawal dilakukan dnegan mengenalkan “bunyi” pengucapan dan “jumlah” nya dalam bentuk gambar (hewan, orang, mainan). Setelah warga belajar hafal pengucapan dan jumlahnya, baru dikenalkan lambing angka tersebut. Setelah wagra belajar mengenal semua lamabang dan urutannya, baru dilanjutkan pada konsep berhitung yang sebenarnya, termasuk tanda penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

9. Metode Global (the sentence method)
Metode ini dikenal dengan sebutan kalimat kunci, adalah bentuk, lafal, dan arti dari kalimat kunci, kemudian kalimat diuraikan menjadi kata per kata, suku kata, dan huruf. Metode ini digunakan dengan cara yang sama seperti metode kata kunci. Perbedaannya, pada kata kunci dimulai dengan kata, sedangkan pada metode ini dimulai dengan kalimat sebagai kuncinya.

10. Metode Iqra
Ini dari penggunaan metode ini adalah belajar dimulai dari suku kata (vocal dan konsonan) menuju kata hingga kalimat lengkap. Hal yang perlu diingat pada metode ini adalah tidak dimilai dari pengenalan huruf A à Z satu per satu, tapi gabungan vocal dan konsonan atau sebaliknya (suku kata).

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.