Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Selasa, 28 Februari 2012

Home » , » Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi Informasi

Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi Informasi

Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi Informasi-Kesadaran organisasi dan aspek manajerial atas system informasi dapat membantu memahami beberapa persahaan mencapai hasil yang lebih baik dari system informasi yang dimilikinya ketimbang perusahaan lain. Suatu studi menunjukkan bahwa tingkat pengembalian atas investasi teknologi informasi yang diterima oleh perusahaan secara signifikan bervariasi satu dengan yang lainnya. Seperti beberapa perusahaan termasuk pemerintahan berinvestasi besar dan menerima besar tetapi yang lain dengan investasi yang sama tetapi lebih kecil. Ada pula yang berinvestasi lebih kecil tetapi menerima lebih besar, dan sebaliknya dengan investasi yang sama jumlahnya mendapatkan lebih kecil.


Kenyataan tersebut menyiratkan bahwa investasi dalam teknologi informasi tidak dengan sendirinya menjamin tingkat pengembalian yang bagus. Sebagai contoh yang dialami pemerintahan Kota Bogor yang menerapkan informasi berupa e-proc yang disebut terdahulu tidak mendatangkan hasil yang besar atau belum efektif dan efisien. Radar Bogor menduga hal itu desebabkan oleh penerapan setengah hati. Kini yang menarik dipermasalahkan adalah hal-hal apa saja yang menyebabkan aplikasi penggunaan teknologi informasi itu tidak meningkatkan keunggulan kompetitif dan profitibilitas bagi penggunanya.

Dalam pendekatan system sosioteknis dari Laudon, disebutkan bahwa system informasi merupakan system sosioteknis, yaitu kinerja system akan optimal pada saat teknologi dan organisasi secara bersama-sama saling menyesuaikan sampai tingkat kombinasi yang memuaskan diperoleh. Oleh karena itu, system informasi tetap membutuhkan substansi social, organisasi dan investasi intelektual untuk bias berjalan dengan layak, sekalipun hanya terdiri atas mesin dan teknologi fisik. Senada dengan itu, Orlikowski dan Baroudi dalam Laudon menyatakan individu dan organisasi harus juga berubah melalui pelatihan, pembelajaran, dan perubahan organisasi yang terencana membuat teknologi beroperasi dan berkembang.

Menurut pendekatan system sosioteknis itu, untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam menciptakan keunggulan kompetitif dan profitibel suatu perusahaan/ bisnis, termasuk pemerintahan, dapat dilakukan dengan cara mengembangkan tiga asset system informasi secara seimbang, yaitu asset-aset organisasi, menejerial, dan social. Pengembangan ketiga asset tersebut harus mengikuti investasi teknologi informasi yang hendak dikembangkan. Teknologi informasi yang diinvestasi dalam system informasi seperti gedung, mesin, dan peralatan, akan mendatangkan nilai yang tinggi bilamana diseimbangkan dengan pengembangan asset organisasi, manajemen, dan social, sebagaimana telah disebutkan.

Adapun asset organisasi yang harus dan perlu dikembangkan secara seimbang seiring dengan investasi teknologi informasi sehingga menciptakan keunggulan kompetitif pada perusahaan ini adalah:
a.       Budaya bisnis yang membantu menciptakan efisiensi dan efektivitas
b.      Penerapan model bisnis yang tepat
c.       Desentralisasi wewenang yang jelas
d.      Hak pengambilan keputusan yang lebih terdistribusi
e.       Tim pengembang teknologi informasi yang lebih kuat

Sementara itu, dari asset manajerial yang perlu dikembangakan secara lebih seimbang seiring investasi teknologi informasi itu adalah:
a.       Dukungan kuat manajemen senior untuk perbahan
b.      Sisyem insentif yang mengawasi dan menghargai inovasi individu
c.       Focus terhadap tim kerja, kolaborasi dan program pelatihan
d.      Budaya manajemen yang menghargai fleksibilitas dan pengetahuan

Robert G. Murdick mengemukakan bahwa asset manajerial itu adalah system informasi harus dibentuk dengan perstujuan dan dukunan dari manajemen puncak. Selanjutnya, asset social yang penting dan perlu diperhatikan sehubungan dengan teknologi informasi yang diinvestasi dapat meningkatkan keunggulan kompetitif bisnis itu adalah internet, budaya internet, sistem pendidikan, standarisasi komputerisasi dan jaringan, peraturan dan undang-undang serta keberadaan perusahaan teknologi dan jasa.

Jadi, untuk mengoptimalisasikan teknologi informasi seperti e-proc, lelang proyek Pemerintahan Kota Bogor, selain ketersediaan gedung, mesin, dan alat yang memadai, juga perlu ada dukungan system informasi yang seimbang dan sinergis dengan asset komplementer organisasi, manajerial dan social, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja organisasi bisnis swasta maupun pemerintahan.


Amri. 2011. “Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi Informasi”: jurnal ilmiah pendidikan. volume 4 no. 2. 2011. Hlm 86-67.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.