Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Jumat, 03 Februari 2012

Home » » Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Baca

Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Baca

            Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia. Akan tetapi pada kenyataannya banyak orang yang belum menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan dan kebutuhan. Hal ini yang menjadikan rendahnya minat seseorang terhadap membaca. Rendahnya minat membaca pada seseorang dapat disebabkan berbagai faktor.
Faktor internal, seperti intelegensi, usia, jenis kelamin, kemampuan membaca, sikap, serta kebutuhan psikologis. Adapun faktor eksternal yang
mempengaruhi minat membaca, seperti belum tersedianya bahan bacaan yang sesuai, status sosial, ekonomi, kelompok etnis, pengaruh teman sebaya, orang tua (keluarga), guru, televisi, serta film (Prasetyono, 2008:28).
            Kedua faktor yang mempengaruhi rendahnya minat membaca dapat dijelaskan sebagai berikut:
1)      Faktor internal
Faktor internal meliputi intelegensi, usia, jenis kelamin, kemampuan membaca, sikap, serta kebutuhan psikologis. Intelegensi merupakan kemampuan keseluruhan atau global individu untuk bertindak sesuai dengan tujuan, berpikir logis atau rasional, dan berbuat secara efektif terhadap keadaan.
  
2)      Faktor eksternal
Faktor eksternal meliputi belum tersedianya bahan bacaan yang sesuai, status sosial, ekonomi, kelompok etnis, pengaruh teman sebaya, orang tua, guru, televisi, serta film. Belum tersedianya bahan bacaan yang sesuai, maksudnya adalah siswa masih memilih-milih bahan bacaan, padahal, sebetulnya untuk dapat meningkatkan minat membaca, tidak harus membaca buku yang sangat kita senangi, karena dengan cara membaca bahan bacaan apapun, secara tidak langsung kita sedang melatih diri agar terbiasa untuk membaca, sehingga kita akan senang membaca, karena membaca adalah untuk mendapat informasi, dan informasi itu dapat diperoleh dari berbagai macam bahan bacaan.
Status sosial, membaca bukan untuk orang yang status sosialnya tinggi, tetapi membaca yaitu untuk semua lapisan masyarakat yang ingin mengubah kebiasaan buruk, yaitu tidak mau membaca. Walaupun seseorang yang dikatakan status sosialnya rendah, tetapi jika kita banyak membaca, maka sebetulnya kita sedang melakukan proses kemajuan.
Orang tua atau keluarga, keluarga merupakan faktor utama yang mempengaruhi minat membaca. Lingkungan yang pertama dan utama adalah rumah. Dalam hal ini, orang tualah yang paling mempengaruhi perkembangan minat membaca anak. Rangsangan yang diberikan orang tua agar anak gemar membaca lebih baik bila diberikan sejak dini mungkin daripada menyuruh anak membaca di usia sekolah. Hal ini karena pada anak usia sekolah telah mengenal aktivitas yang lebih mengasyikkan. Oleh karena itu, bila orang tua mampu memberikan dorongan dan terlibat dalam kesiapan membaca anak, maka dengan sendirinya anak akan terdorong untuk terus membaca.
Guru, dalam proses belajar mengajar di sekolah, metode pengajaran pada umumnya masih berjalan satu arah. Guru dianggap sumber pengetahuan dan pemilik informasi utama. Siswa dianggap penerima informasi, sehingga perlu disampaikan melalui bahasa lisan. Padahal sudah seharusnya murid diajak untuk menggali sejumlah pengetahuan dengan caranya sendiri. Salah satunya adalah dengan membaca buku.
Banyak guru yang kurang dapat membangkitkan nalar serta kreativitas siswa. Siswa hendaknya diberi motivasi agar mampu belajar mencari dan menganalisis data. Guru tidak hanya mengajar secara searah, tetapi juga harus banyak melakukan dialog dengan menggunakan sumber informasi yang ada, misalnya buku. Dalam hal ini, guru bisa meminta kepada siswa untuk mempelajari suatu tema atau materi tertentu untuk diujikan. Materi yang diujikan tidak harus bersumber dari buku pelajaran yang menjadi pegangan utama siswa, tetapi bisa diperoleh dari berbagai sumber bacaan.

Penjabaran di atas, secara singkat dapat disimpulkan bahwa rendahnya minat membaca dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya guru, dalam hal ini guru dianggap sumber informasi, padahal guru bukanlah satu-satunya sumber informasi, sehingga guru terus menerus memberikan informasi tersebut secara lisan yang mengakibatkan siswa menjadi tidak mau berusaha mencari sendiri, guru juga harus berusaha memotivasi siswanya. Siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap membaca, akan mempunyai minat yang tinggi pula terhadap kegiatan membaca.

2 komentar:

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.