Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Rabu, 11 Januari 2012

Home » » Sikap Melawan Penyalahgunaan Narkoba

Sikap Melawan Penyalahgunaan Narkoba

Banyak juga pecandu yang dapat meninggalkan narkoba. Mereka dapat meninggalkan kebiasaan buruk itu karena: pertama, menyadari bahwa menjadi pecandu adalah suatu kesalahan, dan kedua, keinginan yang kuat untuk bertaubat. Meskipun orang tua, masyarakat, dan negara menyediakan bantuan untuk pengobatan pedandu, jika mereka tidak menyadari kekeliruan dan mau bertaubat, maka segala upaya tidak akan banyak manfaat. Diperlukan upaya dan kerjasama yang sungguh-sungguh dari pecandu untuk dapat keluar dari masalah narkoba.
Berdasarkan pengakuan dari para pecandu, khususnya yang sudah bertaubat, terdapat berbagai penyebab mereka terjerumus ke dalam  lembah kenistaan tersebut. Hal ini dapat dijadikan pelajaran/ pegangan sehinggi terhindar dari godaan narkoba.

1.      Jangan pernah mencoba!
Kaum remaja mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar dan ingin mencoba-coba. Jika mereka tidak mengatahui secara baik tentang narkoba, maka usaha mencoba mungkin akan dilakukan. Namun, jika mereka menyadari betapa riskannya mencoba narkoba, mungkin mereka tidak akan melakukannya. Oleh karena itu, sangatlah baik jika kita sungguh-sungguh menyadari betapa malang nasib orang-orang yang tejerumus ke dalam narkoba.

Banyak pecandu yang pada awalnya mulai dengan mencoba-coba. Sebagai contoh, rokok, seseorang mungkin mencoba rokok karena ingin tahu. Sebenarnya, perokok pemula tidak merasakan kenikmatan merokok. Alih-alih kenikmatan, perokok pemula sebenarnya menderita keracunan yang ditandai oleh berbagai gejala, seperti pusing, mual, gemetar, dan berbagai gejala yang tidak nyaman. Mungkin mereka penasaran mengapa orang lain dapat menikmati rokok, sehingga meskipun tidak nyaman, mereka mencoba, dan mencoba lagi. Nikotin memang mempunyai toleransi yang sangat besar. Segera seorang perokok akan menyesuaikan diri dengan gejala-gejala keracunan. Sampai akhirnya ia tidak merasakan gejala itu, dan mulai menikmatinya. Demikian juga halnya dengan alkohol, ganja, dan berbagai zat aditif lainnya. Orang yang baru mulaiminum alkohol, pastilah tidak merasa nyaman. Tetapi karena ia mencoba berulang kali, akhirnya mereka menjadi kecanduan. Rokok dan alkohol mungkin tidak terlalu mematikan, namun itu seringkali merupakan langkah awal menuju pemakaian narkoba. Oleh karena itu, jangan sekali-kali mencoba. Sekali mencoba narkoba, sengsara seumur hidup. Bahkan mungkin akan mati lebih awal.

2.      Katakan “TIDAK!” kepada Narkoba!
Salah satu tuntutan psikologis kaum remaja adalah pengakuan terhadap eksistensinya. Pengakuan tersebut sebenarnya dapat diperoleh melaui prestasi di berbagai bidang, seperti prestasi akademik, prestasi di bidang olahraga, ekstrakulikuler, dan sebagainya. Namun demikian, seringkali seorang remaja salah memilih teman. Kalau dia masuk ke dalam kelompok yang menganggap narkoba sebagai gaya hidup modern, maka dia akan dapat dipaksa mengikuti pola hidup mereka. Atau, bisa jadi dia mencoba memakainya untuk dapat diterima dalam kelompok tersebut. Jika kita menyadari betapa berbahaya dan batapa besar pengorbanan yang kita berikan untuk itu, tentu kita akan menolak ajakan atau tekanan dari teman yang menawarkan rokok, minuman keras, ganja, dan sebagainya. Katakan “tidak!” kepada narkoba!. Kalau ada seorang teman yang menawarkan atau memaksa kita untuk mencoba rokok, minuman keras, atau narkoba, maka saatnya untuk memutuskan pertemanan seperti itu. Lebih baik memutuskan pertemanan yang salah daripada kita sampai pada suatu keadaan yang tidak ada jalan kembalinya.

3.      Narkoba Bukan Pemecah Masalah
Sebagian pecandu mengaku terjerumus ke dalam narkoba karena ingin lari dari masalahnya. Mereka tidak menyadari bahwa narkoba bukan pemecah masalah, melainkan merupakan masalah yang malah lebih besar. Narkoba hanya pemecah semu yang sifatnya sangat sesat. Segera setelah khasiat narkoba berlalu, maka ia kini mempunyai 2 masalah. Bahkan masalah yang lebih besar. Ingat!, narkoba bukan pemecah masalah.

4.      Kembangkan Sikap Terbuka
Seringkali, seorang menjadi pecandu karena ia tidak bersikap terbuka. Seandainya ia terbuka dan memberitahukan masalah apa yang dihadapi, maka mungkin masih mudah untuk keluar dari masalah tersebut. Sehingga ia tidak serta merta menjadi pecandu sebagai pelarian atas masalahnya. Jika masalah segera dikomunikasikan dengan keluarga, maka tentu akan jauh lebih mudah diatasi. Akan tetapi, yang sering terjadi adalah masalahnya diketahui setelah semuanya menjadi cukup parah. Oleh karena itu, jika seandainya terpaksa mengkonsumsi narkoba, misalnya karena dipaksa teman, atau karena tertipu, atau karena sebab lainnya, segera ungkapkan kepada orang tua atau orang yang sekiranya dapat membantu. Jangan menunggu sampai nasi menjadi bubur.

5.      Dekatkan Diri kepada Tuhan Allah swt.
Masyarakat Indonesia sebenarnya sangat diuntungkan oleh lingkungan yang religius. Tentunya setiap agama mengharamkan penyalahgunaan narkoba. Jika senantiasa tekun beribadah dan ingat akan Tuhan Allah swt., niscaya akan jauh dari narkoba. Mintalah kekuatan dan berkah kepada-Nya untuk menolak narkoba, sehingga terhindar dari berbagai godaan narkoba. Ketahuilah bahwa orang yang sudah terjerumus ke dalam narkoba, sangat jauh dari norma sosial dan agama. Diantara mereka itu ada yang menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan narkoba, seperti mencuri, melacur, dan sebagainya. Narkoba membawa dosa.

6.      Selalu Waspada
Kadang-kadang pengedar narkoba mencari mangsa dengan berbagai tipuan. Narkoba mungkin ditawarkan berupa permen, minuman, atau dalam bentuk lainnya. Waspadalah menerima tawaran apapun, terutama dari orang yang tidak dikenal. Tolak dengan sopan, tanpa menyinggung perasaan orang yang menawarkan.

7.      Masuklah ke dalam kelompok baik-baik
Dalam masyarakat yang sangat kompleks, khususnya di perkotaan harus pandai-pandai memilih teman. Jangan pernah bergabung dengan kelompok yang dekat dengan berbagai macam penyimpangan. Jauhi kelompok yang sudah jelas pengguna narkoba. Pilihlah teman diantara orang-orang baik dan jujur.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.