Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Minggu, 29 Januari 2012

Home » , » Kisah Fatimah Cermin Wanita Muslimah

Kisah Fatimah Cermin Wanita Muslimah

Fatimah adalah putri bungsu Nabi Muhammad saw dari istri pertamanya yaitu khadijah binti khuwailid, dan memiliki nama lengkap Siti Fatimah Azzahra (bunga merekah semerbak). Menurut Nabi tubuh Fatimah menebarkan aroma surga. Kisah Fatimah merupakan kisah sosok figur wanita yang tiada tandingannya. 

Bila membaca kisah Fatimah dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa ia adalah wanita yang sangat luar biasa.Ketika usianya menginjak lima tahun ibundanya dipanggil Allah SWT, dan sejak kecil ia telah menyaksikan perjuangan ayahandanya menghadapi orang-orang kafir. 

Sifat Mulia Pada Diri Fatimah Azzahra 

Semasa hidupnya banyak waktu yang dihabiskan untuk ibadah. Jiwa sosialnya sangat tinggi bahkan disetiap doanya selalu yang didoakan adalah mukminin dan mukminat, ia hampir tidak pernah mendoakan dirinya sendiri. Para sahabat pun banyak yang mencintai dan menghormatinya. 

Fatimah dikenal dengan orang yang berakhlak mulia, sopan santun, tidak sombong, rendah hati, lemah lembut dalam bertutur kata, berjiwa besar serta lapang dada. Beliau sangat sabar dalam menjalani hidup, tawakal dengan takdir yang dialaminya. 

Walaupun dalam keadaan ekonomi sulit ia seorang yang dermawan dan tak ada ambisi untuk mengejar kekayaan. 

Ada sebuah kisah yang mengungkapkan bahwa Salman al farisi suatu hari mendatangi istri-istri Rasulullah hendak menanyakan memiliki makanan apa tidak, ternyata isteri-isteri Nabi ini tidak ada satu pun yang memiliki makanan, sehingga terlintas dibenak Salman untuk mendatangi Fatimah. 

Ternyata Fatimah pun sama tidak memiliki makanan, bahkan ia sudah tiga hari tidak makan, tetapi dengan keadaannya yang seperti itu tidak membuatnya jadi enggan menolong orang. Ia memberikan baju besinya kepada Salman untuk digadaikan agar dapat ditukar dengan makanan. 

Beliau benar benar mewarisi sifat Rasulullah, karena ia telah mendapatkan didikan langsung dari Rasulullah yang merupakan ayahandanya. Fatimah adalah putri kesayangan Nabi. 
Ia memiliki panggilan kesayangan dari ayahandanya dengan sebutan Ummu Abihaa. Hidupnya penuh kesederhanaan, penderitaan, tekanan juga pas-pasan bahkan sering kali kekurangan. 

Fatimah Wanita Taat 

Nabi Muhammad banyak berpesan kepada Fatimah antara lain bahwa seorang istri haruslah patuh kepada suaminya, karena keridhoan Allah terhadap seorang istri berada dalam keridhoan suami, murkanya seorang suami adalah murkanya Allah juga. Nabi mengatakan bila suaminya tidak ridho maka Nabi pun tidak akan meridhoinya. 

Nabi juga berpesan bila ia tidak memiliki sesuatu dirumahnya maka janganlah ia meminta kepada suaminya. 

Suatu hari suaminya, Ali bin Abi Thalib mendapatinya dalam keadaan menggigil kelaparan karena sudah tiga hari tidak makan, lalu Ali bertanya dengan keadaannya. Fatimah pun bercerita bahwa ia tidak memiliki makanan dan ia menjalankan pesan ayahandanya bahwa ia tidak boleh meminta kepadanya. 

Kepatuhannya terhadap suami, ayahandanya juga ketaatannya kepada Allah adalah cerminan bagi wanita muslimah. Kesederhanaan juga perilakunya yang mulia patut dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang ingin masuk surga. 

Fatimah seorang putri pemimpin umat tetapi mukanya sering kali pucat karena sering tidak makan, bisa dibayangkan kesabaran apa yang telah dimiliki wanita seperti ini. Mungkin saja tidak ada lagi wanita yang memiliki kesabaran seperti Fatimah di jaman sekarang ini. 

Dengan kepatuhan juga kasih sayangnya ia mendampingi ayahandanya, selang enam bulan ayahandanya wafat beliau pun menyusul. Menurut kisah wafatnya hari Selasa bulan Ramadhan tahun sebelas hijriah. 

Sebelum meninggal ia sempat berwasiat bahwa ia meminta yang memandikannya nanti adalah Asma binti umais yaitu istrinya Abu bakar Ash Shidiq. Asma binti umais ini selalu membantu Fatimah hingga hubungan mereka sangatlah dekat laksana adik dengan kakaknya. 

Berdasarkan kisah asal mula wasiatnya Fatimah adalah karena ia merasa tidak senang dengan apa yang diperbuat terhadap wanita jika mati, yaitu hanya dengan ditutupi kain sehingga bentuk badannya kelihatan. Maka asma memberikan ide dengan membuatkan keranda dari pelapah kurma, kemudian diatasnya ditaruh kain. Hal ini pernah dilihat oleh Asma di Habasyah (Ethiopia). Asma menunjukan keranda tersebut, Fatimah sangat senang pada saat itulah ia menyampaikan keinginan dan pesannya.


sumber: http://www.anneahira.com/kisah-fatimah.htm

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.