Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Sabtu, 24 Desember 2011

Home » » Makalah: Keterampilan Berbahasa Reseptif (Menyimak dan Membaca)

Makalah: Keterampilan Berbahasa Reseptif (Menyimak dan Membaca)

PENGANTAR
Keterampilan berbahasa mencakup keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Keterampilan menyimak dan keterampilan membaca merupakan dua kemampuan berbahasa yang bersifat aktif reseptif.
Komunikasi dapat berupa komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. Komunikasi satu arah terjadi ketika seseorang mengirim pesan kepada orang lain, sedangkan penerima pesan tidak menanggapi isi pesan tersebut. Komunikasi dua arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan saling menanggapi isi pesan. Komunikasi multi arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan yang jumlahnya lebih dari dua orang saling menanggapi isi pesan.
Dalam kegiatan komunikasi, pengirim pesan aktif mengirim pesan yang diformulasikan dalam lambang-lambang berupa bunyi atau tulisan. Proses ini disebut dengan encoding. Selanjutnya si penerima pesan aktif menerjemahkan lambang-lambang tersebut menjadi bermakna sehingga pesan tersebut dapat diterima secara utuh. Proses ini disdebut dengan decoding.
Dalam berkomunikasi kita menggunakan keterampilan berbahasa yang telah kita miliki meskipun setiap orang memiliki tingkatan atau kualitas yang berbeda. Orang yang memiliki keterampilan berbahasa secara optimal setiap tujuan komunikasinya dapat dengan mudah tercapai. Sedangkan bagi orang yang memiliki tingkatan keterampilan berbahasa yang sangat lemah sehingga bukan tujauannya yang tercapai tetapi malah terjadi kesalahpahaman.
            Kegiatan berbahasa yang pertama kali dilakukan adalah kegiatan menyimak atau mendengar apa yang dituturkan orang lain melalui sarana lisan. Secara alami bahasa bersifat lisan dan terwujud dalam kegiatan berbicara dan pemahaman terhadap pembicaraan yang dilakukan. Hal itu akan lebih nyata terlihat pada masyarakat bahasa yang belum mengenal sistem tulisan. Pada umumnya, dalam masyarakat, proses bahasa secara lisan jauh lebih banyak daripada bahasa tulisan. Oleh karena itu, keterampilan menyimak dan membaca perlu mendapat perhatian yang memadai.

URAIAN
Keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat aspek, yaitu (a) keterampilan menyimak, (b) keterampilan berbicara, (c) keterampilan membaca, dan (d) keterampilan menulis. Namun dalam uraian ini kami akan membahas mengenai aspek keterampilan berbahasa bersifat reseptif (menerima). Adapun aspek tersebut adalah keterampilan menyimak dan keterampilan membaca. Penjelasan kedua aspek tersebut sebagai berikut.
1.      Keterampilan Menyimak
a. Pengertian Menyimak
                        Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informas, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan, 1980:19).
b. Jenis situasi dalam menyimak
1.      Situasi Mendengarkan secara Interaktif
                          Terjadi dalam percakapan tatap muka, di telepon atau sejenisnya. Secara bergantian subjek (2 orang atau lebih) melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara. Sehingga kita memiliki kesempatan bertanya guna mendapatkan penjelasan, meminta lawan bicara mengulang apa yang telah diucapkannya atau meminta lebih pelan dalam berbicara.
2.      Situasi mendengarkan secara Non-Interaktif
            Kita tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak bisa meminta pembicara mengulangi apa yang diucapkan dan kita juga tidak dapat meminta pembicaraan di perlambat. Contoh : mendengarkan radio, mendengarkan acara-acara seremonial, nonton TV,  dan mendengarkan khotbah.


c. Jenis-jenis menyimak
            Jenis menyimak dibagi menjadi dua bagian besar yaitu menyimak ekstensif dan menyimak intensif. Menyimak ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak yang berhubungan dengan atau mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap sesuatu bahasa, tidak perlu di bawah bimbingan langsung seorang guru (Tarigan, 1980:23). menyimak ekstensif dibagi empat, yaitu:
1.  Menyimak sosial
            Menyimak sosial atau menyimak konversasional ataupun menyimak sopan biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkrama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua oran dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat responsi-responsi yang pantas, mengukuti detail-detail yang menarik, dan memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap apa-apa yang dikemukakan oleh seorang rekan.
2.  Menyimak sekunder
            Menyimak sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan dan secara ekstensif.
3.  Menyimak estetik
            Menyimak estetik atau yang disebut juga menyimak apresiatif adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak secara kebetulan.
4.  Menyimak pasif
            Menyimak pasif adalah penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar dengan teliti, belajar tergesa-gesa, menghafal luar kepala, berlatih, serta menguasai sesuatu bahasa.
Menyimak intensif dibagi menjadi enam yaitu sebagai berikut.
1.      Menyimak kritis
            Menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak, yang di dalamnya sudah terlihat  kurangnya (atau tiadanya) keasliannya, ataupun prasangka serta ketidaktelitian-ketidaktelitian yang akan diamati.
2.      Menyimak konsentratif
            Menyimak konsentratif merupakan menyimak yang merupakan sejenis telaah.
3.      Menyimak kreatif
            Menyimak kreatif mengakibatkan dalam pembentukan atau rekonstruksi seorang anak secara imajinatif kesenangan-kesenangan akan bunyi, visi atau penglihatan gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan oleh apa-apa yang didengarnya.
4.      Menyimak eksploratori
            Menyimak eksploratori atau menyimak penyelidikan adalah sejenis menyimak intensif dengan maksud dan tujuan yang agak lebih sempit.
5.      Menyimak interogatif
            Menyimak interogatif adalah sejenis menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan karena si penyimak harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
6.      Menyimak selektif
            Menyimak selektif adalah Penyimak yang baik tahu memilih bagian-bagian penting dari bahan simakan yang perlu diperhatikan da diingat. Tidak semua bahan yang diterima ditelan mentah-mentah, tetapi dipilihnya bagian–bagian yang bersifat inti.
2.        Keterampilan Membaca
a.      Pengertian Membaca
       Membaca adalah pemrosesan kata-kata, konsep, informasi, dan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pengarang yang berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman awal pembaca. Dengan demikian, pemahaman diperoleh apabila pembaca mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dengan apa yang terdapat di dalam bacaan (Farris, 1993:304).
b.      Tujuan membaca
·         Memahami aspek kebahasaan (kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana) dalam teks.
·         Memahami pesan yang ada dalam teks.
·         Mencari informasi penting dari teks.
·         Mendapatkan petunjuk melakukan sesuatu pekerjaan atau tugas.
·         Menikmati bacaan, baik secara tekstual maupun kontekstual.
c. Metode Pengajaran Membaca
Terdapat beberapa metode pengajaran membaca yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain :
1. Metode Reseptif
Metode ini mengarah ke proses penerimaan isi bacaan maupun simakan baik tersurat maupun tersirat. Metode tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata, frase, maupun kalimat. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan atau simakan diserap dengan bagus.
2. Metode Komunikatif
Desain yang bermuatan komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran dispesifikkan ke dalam tujuan konkret yang merupakan produk akhir. Sebuah produk di sini dimaksudkan sebagai sebuah informasi yang dapat dipahami, ditulis, diutarakan, atau disajikan ke dalam nonlinguistis
3. Metode Integratif
Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya, mendengarkan diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca.
4. Metode Partisipatori
Metode ini lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Dengan berpartisipasi aktif, siswa dapat menemukan hasil belajar. Guru hanya bertindak sebagai pemandu atau fasilitator. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi, pandai berperan sebagai moderator yang kreatif.

PEMBAHASAN
            Setelah membahas mengenai kedua keterampilan berbahasa reseptif yakni keterampilan menyimak dan keterampilan membaca pada uraian di atas, jika kita teliti banyak sekali problematika yang dihadapi oleh para guru jika berhadapan dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran khususnya pembelajaran menyimak dan membaca. Problematika berasal dari bahasa Inggris Problematic artinya masalah, sedangkan problematika artinya hal yang menimbulkan masalah, persoalan yang yang bisa dipecahkan, mesti tahu jawabannya, mesti tidak dapat diatasi.
1.    Problematika Keterampilan Menyimak
 Banyak problematika yang dihadapi oleh para penyimak atau pendengar maupun pembicara diantaranya sebagai berikut.
a.      Faktor fisik
Lingkungan fisik atau keadaan fisik seseorang berpengaruh besar pada keefektifan seseorang dalam menyimak. Lingkungan yang tidak sesuai dengan situasi ketika menyimak akan berakibat buruk pada hasil menyimak. Faktor lingkungan fisik tersebut misalnya ruangan yang terlalu panas, lembap, ruangan yang terlalu dingin, suara atau bunyi bising, benda-benda yang ada pada siswa seperti Handphone yang berdering, para hadirin yang bergerak atau berjalan kian kemari sehingga mengganggu penyimak. Sedangkan keadaan fisik yang dapat mengganggu penyimak diantaranya keadaan fisik yang kurang stabil seperti sakit, suasana hati yang tidak mendukung, gerak-gerik pembicara yang terlalu monoton, serta suara pembicara yang terlalu keras atau pelan, dan sebagainya.
b.      Faktor psikologis
Faktor psikologis ini berhubungan erat dengan sikap-sikap atau sifat-sifat  pribadi, diantaranya (a)  prasangka dan kurangnya simpati terhadap pembicara, (b) keegosentrisan dan keasyikan terhadap minat-minat pribadi serta masalah-masalah pribadi, (c) kurangnya pengetahuan atau wawasan penyimak kurang luas mengenai hal yang dibahas sehingga asing bagi penyimak, dan (d) kebosanan atau tiadanya perhatian pada pembicara maupun materi yang dibicarakan.
c.       Ingatan Jangka Pendek (short-term memory)
Seperti yang telah dibicarakan di atas bahwa bayak sekali permasalah yang dihadapi ketika menyimak. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa permasalahan lagi yang berkaitan dengan ingatan jangka pendek. Tidak sedikit para penyimak mempunyai memori yang kurang bagus dalam menyimak, terkadang banyak siswa yang ingatannya kurang bagus atau ingatannya hanya untuk jangka pendek saja sehingga berakibat hasil simakan kurang efektif.

2.        Problematika Keterampilan Membaca
Dalam membaca banyak problematika yang dihadapi oleh pembaca, diantaranya adalah:
a.    Faktor fisik
Lingkungan fisik atau keadaan fisik seseorang berpengaruh besar pada keefektifan seseorang dalam membaca. Lingkungan yang tidak sesuai dengan situasi ketika membaca akan berakibat buruk pada hasil membaca. Faktor lingkungan fisik tersebut misalnya ruangan yang terlalu gelap, benda-benda yang ada pada siswa seperti Handphone yang berdering sehingga mengganggu konsentrasi membaca. Sedangkan keadaan fisik yang dapat mengganggu pembaca diantaranya keadaan fisik yang kurang stabil seperti sakit, suasana hati yang tidak mendukung, kurang tidur atau mengantuk, mata yang sudah tidak normal, seperti rabun, dan sebagainya.
b.   Faktor psikologis
Faktor psikologis ini berhubungan erat dengan sikap-sikap atau sifat-sifat  pribadi, salah satunya tidak senang dengan bahan bacaan yang dibaca.
c. Ingatan Jangka Pendek (short-term memory)
terkadang seseorang tidak memahami apa yang telah dibacanya. Itu semua disebabkan kurangnya konsentrasi dan minat dalam membaca. Kadang apa yang sekarang dibaca, keesokan harinya sudah lupa karena pembaca tidak memahami apa yang dibacanya. 

SIMPULAN
Memahami bahasa yang dituturkan oleh pihak lain adalah sebuah proses decoding, yakni meresapkan kode-kode yang diterima ke dalam pemahamannya, baik kode-kode tersebut melalui sarana bunyi maupun tulisan. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan aktif seseorang dalam berbahasa, dan biasa disebut dengan kemampuan aktif reseptif.
            Keterampilan menyimak dan keterampilan membaca merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Penyimak maupun pembaca malakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsur-unsur bahasa yang berupa suara (menyimak), maupun berupa tulisan (membaca).
            Problematika, baik itu problematika menyimak maupun membaca, yang dihadapi oleh penyimak atau pembicara; penulis atau pembaca, dapat diatasi yaitu dengan mencari permasalahan yang dihadapi individu dalam hal ini yakni siswa-siswi. Permasalahan tersebut dapat diketahui melalui beberapa cara, diantaranya dengan mengadakan tes karena melalui tes tersebut dapat diketahui seberapa efektif siswa dalam menyimak maupun membaca. Selain itu, dengan mengadakan wawancara dengan siswa mengenai apa yang menjadi kendala dalam kegiatan menyimak dan membaca. Setelah menemukan permasalahan yang dihadapi oleh siswa barulah dirancang suatu strategi untuk memecahkan permasalahan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Tarigan, Henry Guntur. 1980. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1980. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.




Sumber: Catatan Mata Kuliah Problematika Pendidikan

3 komentar:

  1. Nice info.. bermanfaat & salam kenal..
    http://anvity.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. apaan nyet, bagong lu

    BalasHapus
  3. nama yang buat makalah ini siapa yea?
    tolong infonya.. trima kasih

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.