Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Selasa, 29 November 2011

Home » » Model Bahasa Bagi Anakon pada Tingkat Gramatikal

Model Bahasa Bagi Anakon pada Tingkat Gramatikal

MODEL BAHASA BAGI ANAKON PADA TINGKAT GRAMATIKAL

  1. Model Struktural/ Taksonomi (Fries, Lado, dll)
  2. Tata Bahasa Generatif Transformasional (Chomsky)
  3. Tata Bahasa Generatif Konstrastif (Krzeszowski)
  4. Tata Bahasa Kasus (Fillmore)
A. Model struktural/ taksonomi
Anakon diuraikan secara struktural antara bahasa Inggris dan bahasa Jerman oleh para pakar seperti:
  • Bloomfield (1933)
  • Harris (1963)
  • Fries ( 1945)
  • Lado (1957)
  • Ferguson,
  • Kufner (1962)
  • Moulton (1962)
Diuraikan antara bahasa Inggris dan Italia oleh:
· Agard dan Di Pietro (1966)
Ø Model struktural memungkinkan untuk mengukur perbedaan struktur gramatikal serta menentukan apa yang merupakan perbedaan terbesar (ataupun persamaan terbesar) antara dua buah sistem bahasa.
Ø Teknik analisis yang dikembangkan para pakar struktural dikenal dengan istilah immediate constituent analysis atau analisis gatra langsung.
Ø Contoh: Anak itu menimba air
Anak itu menimba air
§ Garis horisontal membatasi suatu konstruksi.
§ Garis vertikal menunjuk dua gatra langsung untuk konstruksi tersebut.
§ Dalam analisis ini tidak dipermasalahkan ”arti” konstruksi gatra langsung, tapi analisis ini bergantung pada paham ”distribusi”.
Ø Analisis seperti ini menuntut agar bahasa distrukturkan pada dua poros, yaitu:
§ Poros horisontal (sintagmatik), melukiskan tipe-tipe konstruksi.
§ Poros vertikal (paradigmatik), yang membatasi perangkat-perangkat pengisi untuk setiap posisi.
v Contoh:
Dia memberi Ibu sebuah X yang mahal kemarin
Walaupun X tidak diberitakan pada kalimat di atas, sudah pasti bahwa X itu sebuah ”nomina”, karena didahului oleh kata ”sebuah” dan ”adjective” mengikutinya.
Ø Model struktural sepenuhnya memanfaatkan keempat kategori bahasa (unit, struktur, kelas, sistem)
Contoh: The beautiful girl
Mempunyai struktur: determiner + Adjective + noun
Contoh: gadis cantik
Ø Model struktural terbatas pada analisis struktur permukaan (berdasarkan posisi)
Ø Sarana formal yang bekerja pada tingkat bahasa
v Penanda-penanda morfologis
Contoh: cantik-cantik ~ dalam bahasa Indonesia
merupakan bentuk pengulangan dari cantik yang artinya banyak yang cantik (jamak).
Gareulis, garareulis ~ dalam bahasa Sunda
ada bentukan dari sisipan/rarangken ar, yang menunjukkan arti banyak yang cantik.
Saya berlangganan majalah Nebula ESQ.
Abdi ngalanggan majalah Nebula ESQ.
v Kata-kata fungsi/ kata tugas
Contoh: Dia mengerjakan soal ujian dengan serius.
Anjeuna migawe soal ujian jeung daria. (tidak benar)
Anjeuna migawe soal ujian kalayan daria.(benar)
Ket: jeung dalam bahasa Sunda merupakan kata tugas, sedangkan kalayan bukan kata tugas dalam bahasa Sunda.
v Suprasegmental
Tekanan kata dalam bahasa lisan, atau tanda baca dalam bahasa tulis.
Contoh: (lisan) Ibu Jenny cantik sekali
(lisan) Ibu Jenny geuliiis pisan
Untuk tulisan bisa dikontraskan dengan bahasa Arab, karena dalam bahasa Arab banyak sekali penanda baca yang akan membuat parubahan arti.
B. Tata Bahasa Generatif Transformasional
Ø Model ini diuraikan oleh Chomsky.
Ø Ciri-ciri yang menonjol dalam tata bahasa ini adalah adanya:
· Struktur permukaan
(ditentukan oleh tempat konstruksi-konstruksi yang dikomparasikan)
· Struktur dalam
(terdapat dalam semua bahasa)
Contoh: I have an apple + The apple is red (struktur dalam)
I have an apple wich is red (struktur dalam)
I have red apple (struktur permukaan)
Ø Kedua tingkat struktur tersebut dihubungkan oleh perangkat-perangkat transformasi dan komponen semantiknya bersifat interpretatif generatif yang dijelaskan secara projektif dan eksplisit.
· Tiga jenis transformasi yang digunakan:
v Relativisasi
v Penghilangan desingan
v Perubahan adjective
Ø Teknik transformasi ini bermanfaat pula untuk menjelaskan secara eksplisit hakikat ketaksaan atau kemenduaan makna kalimat.
Contoh: The industrious Chinese dominate the economy of South-East Asia.
Subjek frasa benda mengandung makna ganda karena tidak jelas, apa yang dimaksud semua orang Cina atau hanya orang Cina industriawan saja.
Ø Pendekatan tata bahasa ini menawarkan kepada pakar-pakar anakon sejenis ukuran tingkat perbedaan antara konstruksi-konstruksi yang dibandingkan dalam B1 dan B2.
Pakar anakon lebih tertarik pada masalah bagaimana caranya kaidah-kaidah itu berbeda.
Ø Beberapa jenis perbedaan dalam penerapan kaidah
  • Salah satu bahasa menerapkan kaidah tertentu, tetapi bahasa yang lain tidak/kurang menerapkannya.
Contoh: I know it + They see him
a. I know that they see him
b. Mengubah susunan Objek-Verb di dalam K2 tidak ditemukan
Ich wiss es + se sehen ihn
a. Ich weiss, dass Sie Sehen ihn
b. Ich weiss, dass Sie ihn Sehen
Pada kalimat di atas, ada suatu kaidah yang terlihat dalam melahirkan kalimat/klausa that atau dass (dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman)
Ø Dalam B1 kaidahnya bersifat wajib, tetapi dalam B2 kaidahnya sunah (atau sebaliknya).
Contoh: a. That was the film (wich) I saw.
b. Das war der Film, DEN ich gesehen habe
Dalam bahasa Inggris pemakaian that atau wich adalah sunah atau opsional, tetapi dalam bahasa Jerman, pemakaian DEN wajib.
Ø Transformasi-transformasi disusun secara ekstrinsik atau dipakai dalam suatu susunan tertentu yang teratur. Misal dalam refleksivisasi bahasa Inggris terdapat suatu kaidah yang hanya diterapkan sesudah pronominalisasi.
Perhatikan kalimat (i) & (ii) adalah langkah-langkah yang ditempuh untuk menuju kalimat (iii).
(i) John shaves John
(ii) John shaves him (John)
(iii) John shaves himself
Dalam bahasa Jerman, kaidah pasivisasi harus diterapkan sebelum kaidah penghilangan Equi-NP
(i) Fritz wunscht, daB Paula ihn kuBt.
(ii) Fritz wunscht, daB er Paula gekuBt wird
(iii) FritzB wunscht, wan Paula gekuBt zu werden
Kalimat (iii) diturunkan dari kalimat (ii) dengan menghilangkan pronomina er, yang mempunyai kasus yang sama dengan subjek FritB; proses ini tidak dapat diterapkan pada kalimat (i) sebelum pasivisasi karena pada kalimat (i) pronomina yang mengacu pada FritB berada dalam kasus akusatif, yang cukup berbeda benar-benar untuk mencegah atau menghalangi penghilangan equi-NP.
Ø Ruang lingkup yang lebih luas, dari pada yang lainnya. Oleh karena itu, mungkin saja terjadi bahwa dua Ada beberapa transformasi yang kurang terspesialisasi, atau yang mempunyai ruang transformasi yang dianggap sama – sekalipun keduanya beroperasi dalam dua bahasa yang berbeda – justru berbeda ruang lingkupnya.
Contoh:
Bahasa Rusia: Moi brat student (kopula nol)
(My brother [is a] student)
(Saudara saya [adalah] mahasiswa)
Ø Keuntungan kelima dari pendekatan tata bahasa generatif transformasional ialah bahwa tata bahasa ini memberikan generalisasi-generalisasi yang bermakna, apabila dua ranah tata bahasa yang berbeda menuntut aplikasi dari satu kaidah transformasional yang sama.
Contoh:
(i) The problem about which John thought…
(ii) The problem which John thoughtabout…
(iii) Das problem, iiber das Hans dachte...
(iv) *Das problem, das Hans dachte uber...
Kalimat (iv) bahasa Jerman itu tidak dibenarkan
Ø Adanya kaidah transformasional yang mendahului/mengikuti, dan ada yang mengimplikasikan yang lain-lainnya.
Contoh:
(i) They believe that John is a clever boy.
(ii) They believe John to be a clever boy.
(iii) John is believed (by them) to be clever boy.

sumber: http://eri-sarimanah.blogspot.com/2009_02_01_archive.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.