Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Rabu, 14 September 2011

Home » » Materi Bentuk Karangan dan Latihan

Materi Bentuk Karangan dan Latihan


BENTUK KARANGAN


Berdasarkan bentuk dan tujuan berkomunikasi karangan dapat digolongkan menjadi:
1.      Karangan deskriptif
2.      Karangan eksposisi
3.      Karangan argumentasi
4.      Karangan persuasi
5.      Karangan narasi

1.      Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi merupakan jenis karangan yang isinya bertujuan membentuk suatu citra tentang suatu hal pada diri pembaca atau suatu rangkaian tutur yang isinya melukiskan sesuatu agar pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sesuatu yang dilukiskan itu. Sasaran karangan ini adalah aspek emosional. Hanya dengan aspek emosional seseorang dapat membentuk citra tentang sesuatu. Ciri khas karangan ini ditandai dengan pemakaian kata yang bersifat deskriptif, seperti rambutnya ikal, hidungnya mancung, matanya biru.
Contoh:

Setelah mendapat isyarat dari ketua rombongan, kami bergerak meninggalkan Hotel Ayong, Linggarjati, berjalan kaki menuju sebuah rumah di belakang hotel. Rumah yang masih tampak baru itu dibangun persis di antara hotel dan sungai. Pemandangan yang amat indah mengitarinya. Di sebelah kiri rumah, seberang sungai, tampak sawah yang bertingkat-tingkat berbatasan dengan bukit-bukit yang rimbun. Di depanya, setelah halaman yang ditata apik, tampak sawah ladang yang luas sampai Kota Cirebon, sedangkan di belakang rumah tampak menjulang tinggi Gunung Cerme yang seolah-olah menjaga rumah yang cukup dan mewah itu.
Di teras rumah sudah tersedia nasi panas dan ayam goreng, terdapat juga sambal dan lalapan. Yang lebih istimewa lagi, ada ikan bakar yang masih mengepulkan asap. Panas dan gurih aromanya. Terpaan angin gunung yang dingin dan gurihnya ikan bakar membuat kami semakin lapar dan selera makan kami meningkat tajam. Karena itu, setelah dipersilakan, oleh tuan rumah, kami tak malu-malu menyantap semua hidangan dengan lahap. Enak, gurih, dan pedas kami rasakan sampai benar-benar kenyang.



2.      Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang isinya menerangkan atau memaparkan suatu hal atau pokok pikiran kepada para pembaca agar yang bersangkutan memahaminya. Pokok-pokok pikiran yang ada dalam karangan itu dijelaskan dengan cara menyampaikan uraian atau bagian-bagian detailnya. Tujuan yang ingin dicapai oleh karangan ini adalah tercapainya tingkat pemahaman akan sesuatu yang diuraikan  dalam isi karangan. Oleh karena itu, agar pembaca lebih jelas karangan eksposisi ini dilengkapi dengan ilustrasi, contoh, perbandingan, dan hal-hal lain yang mendukung uraian itu. Orientasi pokok karangan ini adalah materi bukan tokoh.
Makna lain yang terkandung dalam karangan eksposisi adalah karangan yang menerangkan proses atau prosedur melakukan suatu aktivitas.Oleh karena itu, karangan eksposisi juga dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana. Dalam hal ini kalimat yang digunakan biasanya berupa kalimat perintah yang disertai dengan kalimat deklaratif.

Melalui uraian di atas penulis berkesimpulan bahwa makna karangan eksposisi seperti yang dikemukakan oleh Rotterberg dan Salmon mencakup dua hal:
a.       Karangan eksposisi merupakan karangan yang berusaha memberikan pemaparan sejelas-jelasnya kepada pembaca mengenai suatu persoalan.
b.      Karangan eksposisi dapat juga bermakana uraian-uraian yang berhubungan untuk menjawab pertanyaan bagaimana.

3.      Karangan  Argumentasi.
Karangan argumentasi adalah jenis karangan yang isinya berusaha mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan, baik yang didasarkan pertimbangan logis, maupun pertimbangan emosional. Kalimat-kalimat disusun sedemikian rupa sehingga beberapa kalimat berfungsi sebagai bukti-bukti yang mendukung kalimat lain yang terdapat dalam perangkat itu.
Sebuah karangan dikategorikan argumentssi bila mengangkat  isu atau persoalan yang kontroversial. Dalam kaitan isu itu, penulis berusaha menjelaskan alasan-alasan yang logis dan realistis untuk meyakinkan pembacanya/pendengarnya.

4.      Karangan  Persuasi.
Karangan  persuasi merupakan karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan tindakan sesuai  yang diharapkan penuturnya.. Ada kalanya karangan  persuasi ini sering menggunakan alasan yang tidak rasional, terutama dalam iklan.

5.      Karangan Narasi.
Karangan narasi merupkakan rangkaian tuturan yang menceritakan atau menyajikan suatu hal atau kejadian melalui penonjolan pelaku. Oleh sebab itu, karangan narasi sering juga disebut karangan cerita. Kekuatan karangan ini terletak pada urutan cerita berdasarkan waktu dan cara-cara bercerita yang diatur melalui alur (plot). Unsur pelaku atau tokoh merupakan pokok yang dibicarakan, sedangkan unsur peristiwa merupakan hal-hal yang dialami oleh sang tokoh.
Sasaran karangan narasi umumnya ditujukan pada aspek emosi. Aspek intelektual tidak banyak digunakan dalam karangan ini. Jadi, dengan narasi diharapkan penerima dapat membentuk citra atau imajinasi.
Untuk memudahkan pembaca, di bawah ini penulis sajikan ciri-ciri umum karangan deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan narasi.  Ciri-ciri tersebut disajikan dalam bentuk tabel.

NO
 KARANGAN
 CIRI – CIRI
1.

 Deskripsi





1.   Ditujukan kepada mitra tutur (pendengar/pembaca agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi)  tentang suatu hal.
2.   Mitra tutur seolah-olah melihat, merasakan, dan terlibat langsung dalam peristiwa yang dilukiskan.
3.         Sasarannya adalah aspek emosi.
4.         Tidak bersifat evaluatif.



2.



Eksposisi
1.         Bertujuan menerangakan suatu hal.
2.         Dapat berisi konsep-konsep atau logika yang harus diikuti.
3. Biasanya dilengkapi dengan contoh-contoh, analogi, kesimpulan, serta dalil-dalil untuk menambah pengetahuan.
4.  Sasarannya adalah aspek intelektual karena untuk mehaminya memerlukan proses berpikir yang cermat.





3.





Argumentasi

1.   Biasanya berangkat dari adanya isu yang sifatnya kontroversi antara penutur dan mitra tutur.
2.         Berusaha menjelaskan alasan-alasan yang logis agar orang lain percaya.
3.         biasanya disajikan untuk membandingkan permasalahan lain yang bertentangan.
4.         Topik diangkat umumnya mempunyai nilai.
5.         Sasarannya adalah aspek intelektual. Dalam hal ini pembaca diajak berpikir dan memutuskan untuk menilai suatu persoalan yang diyakininya benar.
4.

Persuasi

1.      Bersifat mempengaruhi orang lain agar mengikuti apa yang dimaksud oleh pembicara/penulis
2.      Bukti yang disajikan lebih menyerang agar orang lain percaya dan akhirnya mengikutinya.
3.      Sasarannya adalah aspek emosi dan pikiran.

5.

Narasi

1.      Bersifat menceritakan
2.      Unsur yang dipentingkan adalah waktu, pelaku, dan peristiwa.
3.      Sasarannya adalah aspek emosi (menggerakan emosi mitra tutur)




Orang yang haus ilmu adalah orang yang selalu ingin menguji seberapa besar pengetahuan yang ia kuasai.

Anda orang yang seperti itu? Uji kemampuan Anda sekarang juga!

Perhatikan contoh-contoh karangan di bawah ini!

1. Baca dan cermati karangan berukut!
Siang itu, hujan deras mengguyur Kota Bogor. Tak ayal lagi, Ari membelokkan legenda-nya ke salah satu warung kopi yang sering ia lalui tatkala pulang kuliah. Kilatan cahaya dan derasnya angin, membuat putra sulung Pak Jupri itu tak kuasa meneruskan perjalanan. Baru saja beberapa saat ia duduk di atas motor, air sudah menggenangi daerah sekitar warung. Sambil menghisap sepotong cerutu yang terselip di sakunya, Ari membayangkan betapa enaknya seandainya ia memiliki mobil. Perjalanannya tak harus terhenti seperti ini. Lamunannya menjadi pudar, tatkala seorang gadis  yang basah kuyup mengahampirinya. Mulanya ia kaget. Namun, karena gadis itu salah satu teman kuliahnya, pemuda yang rajin salat itu pun buru-buru turun dari atas motornya. Gadis itu bernama Lastri yang  tadi pagi ia kirimi surat dan belum membalasnya.


Setelah Anda membaca karangan di atas, jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa jenis karangan di atas? ………………………………………………………………
2. Berikan alasan Anda! …………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

2. Baca dan cermati karangan berukut!
Kalau kita inventarisasi setiap isu yang dilontarkan mahasiswa, hampir semua selalu berorientasi ke atas. Selalu mencoba menyoroti masalah-amasalah puncak kenegaraan. Amat sedikit kita menemui isu yang dilontarkan itu benar-benar diangkat dari realitas sebagian besar rakyat kita yang ada di pedesaan. Realitas Pak Kromo di gubuk di Boyolali sana, itulah realitas masyarakat kita. Banyak manusia yang miskin dan kekurangan gizi.
…. Kalau setiap gerakan yang menjadi dasar dari cara kita mengungkapkan sesuatu ketidakbecusan pihak lain, katakanlah penguasa, juga tidak becus, apa kita masih bermimpi bahwa gerakan kita akan berhasil? Saya masih cenderung untuk mengatakan bahwa kebanyakan dari gerakan mahasiswa yang ada hingga saat ini hanya dilandasi oleh sikap-sikap emosional belaka, yang oleh karenanya menjadi tidak menyentuh persoalan. Gerakan semacam ini bukan tidak baik, bahkan dalam banyak hal gerakan ini sudah cukup efektif daripada tidak sama sekali. Apakah kita tidak mampu mengangkat dan merumuskan aspirasi yang sebenarnya dari Pak Kromo di Boyolali sana. Apakah kita harus puas kalau kita sudah bisa berteriak, sebarkan isu, dan buat statement, lalu  ramai-ramai mempersembahkannya ke DPR sana? Hal-hal berikut ini, kemiskinan, kekurangan gizi, mahalnya biaya pendidikan, serta pengangguran di level ‘akar rumput’ kurang mendapat perhatian. Inilah sesungguhnya masalah rakyat.
Sebagai kelompok elite dalam masyarakat, mahasiswa bukan saja dituntut cuma untuk teriak belaka, tetapi juga dituntut untuk siap dengan permasalahan dan mampu membangun tatanan baru. Sikap yang hanya bisa berteriak justru akan melahirkan pahlawan cengeng. Dan kita tidak suka itu. Seorang sarjana Amerika, Huntington pernah berkata bahwa salah satu kelemahan dari gerakan-gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kecenderungan mereka untuk melakukan revolusi perkotaan. Gerakan yang tak pernah nyambung dengan aspirasi rakyat di pedesaan. ( Hotman M. Siahaan, “Gerakan Mahasiswa Sekadar Revolusi Perkotaan? Arena, Desember) 

Setelah Anda membaca karangan di atas, jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa jenis karangan di atas? ………………………………………………………………
2. Berikan alasan Anda! …………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

3. Baca dan cermati karangan berikut!
Jalan dari padang ke Kalumbuk Pauh IX berkelok-kelok. Melewati sawah yang subur dan kincir air. Lalu membelok melalui jalan setapak. Sampailah ke sebuah rumah yang terbuat dari dinding pelupuh (bambu yang diketok), asal menempel pada tiang yang lapuk. Rumah panggung yang amat sederhana. Angin dengan leluasa menerpa rumah yang berukuran 7x6 meter ini, karena pelupuhnya berlubang. Juga atapnya dari daun pinang dan ilalang, berlubang pula. Kalau duduk di lantai kayu pinang, langit yang tinggi akan kelihatan, jika hujan turun, air pun tercurah dengan leluasa. Inilah rumah Thaher, yang dihunu oleh tujuh orang Rumah ini tidak jauh bedanya dengan kandang…sapi.
Seorang anak perempuan turun dari rumah panggung inidengan meraba-raba. Ah, lantai panggung ini memang tidak rapat, karena ketiadaan uang. Si gadis harus memasak, kerja rutin, yang menjadi kewajibannya. Dapurnya hanya di sudut rumah, persis di bawah tiang penyangganya dengan dinding ilalang yang tidak rata. Hanya ada sebuah panci untuk memasak nasi dan sebuah wajan penggoreng. Itu saja kekayaan dapurnya karena yang dimasak pu tidak ada dan  Usnidar, si gadis, bekerja dengan tekun bekerja dalam kegelapan, tanpa mengeluh, dan tanpa banyak bicara.(Titie Said, ”Keempat Anaknya Hidup dalam Kegelapan,” Kartini, No. 127).

Setelah Anda membaca karangan di atas, jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa jenis karangan di atas? ………………………………………………………………
2. Berikan alasan Anda! …………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
   …………………………………………………………………………………………….

Apa sih, ciri orang yang haus ilmu itu?
Salah satu cirri orang yang haus ilmu itu, dia tidak akan pernah puas sebelum ia mencoba ilmunya

Bukankah Anda sudah beroleh pengetahuan mengenai karangan? Mengapa Anda tidak mencoba untuk membuat karangan? Bukankah dengan berlatih Anda akan terampil?
Supaya Anda terampil menulis macam-macam karangan, Anda harus memulai menulis sekarang juga.
Caranya?

Kerjakan soal-soal berikut, jangan ditunda!


Buatlah sebuah karangan deskripsi!
Petunjuk:
Coba Anda deskripsikan keadaan kamar tidur Anda. Ungkapkan hal-hal yang ada di dalamnya, sehingga pembaca seolah-oleh melihat sendiri kamar tidur Anda!

….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Anda layak mendapat pujian karena Anda sudah menyelesaikan tugas dengan baik.

Tetapi Anda jangan puas dulu, karena apa yang Anda buat belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan Anda


Selanjutnya, cermati ilustrasi berikut:
Ilustrasi (1)
            Akhir-akhir ini fornografi dan pornoaksi seolah-olah bukan hal yang tabu lagi. Dengan mudah kita menyaksikan kedua fenomena itu, baik di media elektronik maupun media cetak. Reaksi masyarakat pun berbeda-beda. Ada kalangan yang berpendapat bahwa kalau hanya memperlihatkan lutut dan dada itu adalah hal biasa dan merupakan bagian dari seni. Ada juga kalangan yang berpendapat bahwa pornografi dan pornoaksi tetaplah porno dan seni adalah seni; keduanya tidak bisa disamakan dan dicampuradukan.  Melihat fenomena seperti ini bagaimana pendapat Anda!

Ilustrasi (2)
Maraknya kasus-kasus pelecehan seksual terhadap wanita dewasa mulai mendapat sorotan dari berbagai pihak. Semua pihak sependapat bahwa pelecehan seksual itu perbuatan tidak terpuji dan harus dijauhi. Namun, berbicara mengenai siapa yang harus disalahkan bila terjadi pelecehan seksual,  semua pihak berbeda pendapat. Kaum wanita selalu menyalahkan pria, karena prialah penyebab utama terjadinya pelecehan seksual. Kaum pria pun tak mau disalahkan. Mereka berpendapat bahwa wanitalah yang salah, sebab berpakaian seronok, keta, dan mengundang birahi laki-laki yang melihatnya. Itu artinya wanitalah yang memnacing pria untuk melakukan tindakan pelecehan seksual. Sesuai petunjuk Bang Napi bahwa, ”Kejahatan terjadi bukan karena hanya ada niat pelakunya, tetapi karena adanya kesempatan.”  Setelah mencermati  fenomena seperti ini bagaimana pendapat Anda!

Pilih salah satu ilustrasi di atas!
Kemukakan pendapat Anda tentang persoalan (dari ilustrasi yang Anda pilih) dalam bentuk karangan argumentasi! Jangan lupa, beri judul karangan Anda itu!

Ilustrai yang dipilih  nomor: _______
Judul karangan                   : __________________________________________________
                                              __________________________________________________



Uraian:
….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung pornografi.
Anda bisa berkomentar dengan menggunakan pilihan: Nama/URL. Kolom URL bisa dikosongkan.