Gunung Gede

Buon Natale e anno nuovo 2013

Vrolijke Kerstmis en nieuwe jaar 2013

Judul Slide

Frohe Weihnachten und neues Jahr 2013

Memuat...

Rabu, 06 Februari 2013

Tujuh Strategi Pembelajaran



Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Pendidikan bagi masyarakat Indonesia sangat penting sekali. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut penduduk dunia untuk mengenyam ilmu setinggi-tingginya agar tidak ketinggalan zaman.
Begitu pun dengan masyarakat di Indonesia. Program wjib belajar 9 tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah diharapkan dapat mengurangi anak yang putus sekolah.
Pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah anak yang putus sekolah melalui berbagai hal. Mulai dari penyediaan fasilitas sekolah sampai sumbangan buku-buku pelajaran. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya pendidikan yang sekarang ini sangat mahal.
Apabila seorang anak sudah mau sekolah, maka sistem pembelajarannya juga perlu dibenahi agar menghasilkan anak didik yang pintar dan cerdas.
Dengan banyaknya generasi muda yang pintar dan cerdas, maka dapat membantu mengembangkan negara ini. Hal tersebut tentu saja perlu dukungan dari semua pihak. Mulai dari orang tua, pengajar, sampai masyarakat sekitarnya.
Keberhasilan seorang anak dalam belajarnya, selain dukungan semua pihak, juga dari sistem belajarnya juga. Untuk itu, seorang pengajar harus mengetahui karakter anak didiknya.
Anak yang satu dengan anak yang lainnya berbeda karakternya. Ada yang mudah menerima materi, ada juga anak yang susah menerima materi. Nah, itu menjadi sebuah masalah bagi pengajar, bagaimana menerapkan strategi pembelajaran.
Dalam strategi ini terkandung makna perencanaan. Maksudnya, pada dasarnya strategi masih bersifat konseptual mengenai keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran.
Secara umum, strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam dunia pendidikan, strategi dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi mengenai rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang di dalamnya termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran.
Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas, dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Akan tetapi sebelumnya, perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang bisa diukur keberhasilannya.

Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah pembelajaran yang memfokuskan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi ini merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru. Hal tersebut disebabkan dalam strategi ini guru memegang peranan yang sangat penting atau dominan.

1. Keunggulan Strategi Pembelajaran Ekspositori

  • Dengan strategi pembelajaran ekspositori, guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran.
  • Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sedangkan waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
  • Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu materipelajaran juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).
  • Keuntungan lain adalah strategi ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar. 

2. Kelemahan Strategi Pembelajaran Ekspositori

  • Strategi ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadapsiswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
  • Strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, bakat, serta perbedaan gaya belajar.
  • Karena strategi ini diberikan melalui ceramah, kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis akan sulit berkembang.
  • Keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung pada apa yang dimiliki guru seperti persiapan, pengetahuan, antusiasme, motivasi, dan berbagai kemampuan lainnya.

Strategi Pembelajaran Inquiry

Strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang memfokuskan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Proses berpikir itu biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran inquiry termasuk bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Hal tersebut karena dalam strategi ini siswa memiliki peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.

1. Keunggulan Strategi Pembelajaran Inquiry:

  • Strategi pembelajaran inquiry menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang.
  • Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  • Strategi pembelajaran inquiry dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern.
  • Strategi ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Kelemahan Strategi Pembelajaran Inquiry:

  • Strategi pembelajaran Inquiry sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  • Strategi ini sulit dalam merencanakanpembelajaran karena terbentuk dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  • Untuk mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru akan mengalami kesulitan menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Selama keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, strategi pembelajaran inquiry akan sulit diimplementasikan.

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

Strategi pembelajaran berbasis masalah bisa diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang memfokuskan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Dalam strategi pembelajaran berbasis masalah, terdapat 3 ciri utama, yaitu sebagai berikut.
  • Strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran. Maksudnya, dalam strategi ini tidak mengharapkan siswa hanya sekadar mendengarkan, mencatat, dan menghafal materi pelajaran. Akan tetapi, melalui strategi pembelajaran berbasis masalah, siswa diajakan untuk aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, serta menyimpulkannya.
  • Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Strategi pembelajaran berbasis masalah memosisikan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah tidak mungkin ada proses pembelajaran.
  • Pemecahan masalah dilakukan dengan pendekatan berpikir ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah merupakan proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu. Sementara empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.

1. Keunggulan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah.

  • Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
  • Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menentukan pengetahuan baru bagi siswa.
  • Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitaspembelajaran siswa.

2. Kelemahan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah.

  • Ketika siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
  • Keberhasilan strategi pembelajaran melalui pemecahan masalah membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
  • Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari. 

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir

Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Dalam strategi pembelajaran ini, materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir siswa. Pengembangan berpikir siswa dilakukan dengan menelaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.

Strategi Pembelajaran Koperatif

Model pembelajaran koperatif merupakan rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif, yaitu adanya peserta dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap kelompok, dan adanya tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar.

Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL)

CTL atau Contextual Teaching and Learning adalah suatustrategi  yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. 

Strategi Pembelajaran Afektif

Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan. Afektif berhubungan dengan nilai (value), yang sulit diukur. Oleh sebab itu, menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. 
Itulah 7 strategi pembelajaran yang bisa diterapkan oleh guru atau tenaga pendidik kepada para siswanya. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan menambah wawasan Anda.
***

Strategi Pembelajaran - Strategi Mengajar

Secara umum, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu pola yang berfungsi sebagai haluan untuk mengambil tindakan dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Jika dikaitkan dengan belajar mengajar, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Sanjaya (2007: 126), dalam dunia pendidikan, strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sementara itu, Menurut Kemp, strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat ditarik benang merah bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa dalam penyusunan sebuah strategi hanya sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan.
Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh karena itu, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas, dan sumber belajar semuanya difokuskan dalam upaya pencapaian tujuan. Akan tetapi, sebelumnya, perlu dirumuskan suatu tujuan jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Dalam strategi pembelajaran, ada empat strategi dasar dalam proses belajar mengajar. Berikut ini strategi dasar yang dalam strategi pembelajaran.
  1. Mengidentifikasikan serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik seperti yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan acuan oleh guru dalam menjalankan kegiatan mengajarnya.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan, kriteria, serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
Dari penjelasan strategi dasar tersebut, dapat digambarkan bahwa ada empat pokok masalah penting yang dapat dan harus dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Model Strategi Pembelajaran

Menurut Sanjaya, ada beberapa model strategi pembelajaran yang harus dilakukan oelh seorang guru. Berikut ini model strategi pembelajaran.

1. Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan tujuan agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru. Hal itu dikarenakan dalam strategi ini guru memegang peranan yang sangat penting atau dominan.

2. Strategi Pembelajaran Inquiry

Strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Biasanya, proses berpikir itu dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering disebut strategi heuristik, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti “saya menemukan”.
Strategi pembelajaran inquiry merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Hal ini disebabkan dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. 

3. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir

 Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang memfokuskan pada kemampuan berpikir siswa. Dalam strategi pembelajaran ini, materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, tapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.

4. Strategi Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Dalam strategi ini, ada empat unsur penting, yaitu ada peserta dalam kelompok, ada aturan kelompok, ada upaya belajar setiap kelompok, dan ada tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar.

Komponen Strategi Pembelajaran

Ketika akan mengaplikasikan strategi pembelajaran, ada komponen-komponen yang wajib diperhatikan agar dalam kegiatan belajar mengajar dicapai sebuah tujuan yang sudah ditentukan. Dick dan Carey mengatakan bahwa ada lima kompoenen strategi pembelajaran, yaitu:
  • kegiatan pembelajaran pendahuluan;
  • penyampaian informasi;
  • partisipasi siswa;
  • tes; dan
  • kegiatan lanjutan.
Semenatara itu, ahli lainnya mengatakan bahwa ada sembilan komponen dalam strategi pembelajaran.
  • Memberikan motivasi atau menarik perhatian.
  • Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa.
  • Mengingatkan kompetensi prasyarat.
  • Memberi stimulus (masalah, topik, dan konsep).
  • Memberi petunjuk belajar (cara mempelajari).
  • Menimbulkan penampilkan siswa.
  • Memberi umpan balik.
  • Menilai penampilan.
  • Menyimpulkan.
Secara umum, komponen strategi pembelajaran berdasarkan rumusan para ahli dikelompokkan menjadi lima.

1. Komponen Strategi Pembelajaran - Urutan Kegiatan Pembelajaran

Membuat urutan kegiatan pembelajaran mampu mempermudah guru ketika melaksanakan kegaiatan belajar mengajar. Dengan komponen strategi pembelarajan ini, setiap pengajar akan mengetahui bagaimana cara memulai, menyajikan, dan menutup pelajaran.
  • Subkomponen pendahuluan. Komponen strategi pembelajaran ini adalah kegiatan pertama dalam pembelajaran yang bertujuan memotivasi siswa, membuat siswa fokus kepada pelajaran, mengetahui kemampuan siswa, dan apa yang sudah dikuasai siswa.
  • Subkomponen penyajian, pokok dari kegiatan belajar mengajar. Misalnya menjelaskan materi pelajaran, memberikan contoh materi pelajaran, dan memberi latihan kepada siswa. 
  • Subkomponen penutup, yaitu kegiatan terakhir dari urutan kegiatan pembelajaran. Komponen strategi pembelajaran ini berisi simpulan dan penilaian yang berhubungan dengan materi pelajaran.

2. Komponen Strategi Pembelajaran - Metode Pembelajaran

Metode pembelajran adalah komponen strategi pembelajaran yang diapakai oleh para guru ketika menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa. Berikut jenis metode pembelajaran.
  • Metode ceramah
  • Metode demonstrasi
  • Metode simulasi
  • Metode diskusi
  • Metode studi mandiri
  • Metode studi kasus
  • Metode pembelajaran terprogram
  • Metode discovery
  • Metode do-look-learn
  • Metode bermain peran

3. Komponen Strategi Pembelajaran - Media yang Digunakan

Media dalam pembelajaran dapat berupa manusia (guru), media cetak, alat elektronik, dan lain-lain. Hal yang wajib diperhatikan saat memilih media yaitu:
  • ketepatan dengan tujuan pembelajaran;
  • dukungan terhadap isi pelajaran;
  • kemudahan mendapatkan media;
  • keterampilan guru ketika menggunakannya;
  • ketersediaan waktu menggunakannya; dan
  • sesuai dengan kemampuan berpikir siswa.

4. Komponen Strategi Pembelajaran - Waktu Tatap Muka

Para guru atau pengajar harus mengetahui alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembelajaran serta waktu yang dipakai pengajar atau guru untuk menyampaikan informasi pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar mengajar akan sesuai dengan target yang diperkirakan.

5. Komponen Strategi Pembelajaran - Pengelolaan Kelas

Kelas merupakan ruangan belajar yang termasuk dalam lingkungan fisik dan lingkungan sosio-emosional. Ruangan belajar (lingkungan fisik) tersebut mencakup ruang kelas, keindahan kelas, kebersihan kelas, penataan tempat duduk serta meja, panataan sarana lainnya, ventilasi udara, pengaturan cahaya. Sementara itu, lingkungan sosio-emosional mencakup sikap guru, tipe kepemimpinan guru, vokal guru, dan lain-lain. Intinya, pengelolaan kelas akan membuat proses pembelajaran berjalan lancar.
Itulah komponen-komponen dalam strategi pembelajaran.

anneahira[dot]com

Membuat Makalah Pendidikan


Makalah pendidikan adalah salah satu media yang sangat diperlukan untuk menunjang terselenggaranya sebuah proses pendidikan yang lebih baik, serta dapat meningkatkan kreativitas bagi seorang siswa maupun kalangan akademisi menganalisa sesuatu hal yang dipelajari agar lebih terarah dan cermat serta dapat digunakan sebagai contoh menulis makalah lain yang lebih bermanfaat lagi untuk ketersediaan makalah-makalah selanjutnya.

Contoh makalah Pendidikan senantiasa dicari orang, karena memang sangat dibutuhkan, Media yang paling mudah untuk mencari contoh makalah adalah internet. Jika tidak percaya, cobalah Anda melakukan pencarian, maka ada puluhan bahkan ratusan orang yang setiap harinya mencari tentang hal-hal yang berhubungan dengan makalah.

Menulis makalah pendidikan mungkin saja merupakan hal yang paling sulit dan paling penting bagi kita. Hal ini menjadi sulit karena membutuhkan waktu, tenaga, pemahaman, pemikiran, penelitian dan bahasa yang baik. Kemampuan menulis makalah tentu saja sangat penting sebagai salah satu penentu keberhasilan seseorang dalam menempuh pendidikan Akademik. dan juga sebagai penunjang karier dan masa depan. Biasanya ini menjadi syarat mutlak kelulusan, dan menjadi nilai plus untuk membangun reputasi seseorang.

Jika Anda masih saja merasa sulit dalam membuat makalah pendidikan, berikut tips yang mungkin bermanfaat untuk Anda :
Memahami tugas dengan baik
Pahami dulu tugas dengan baik. Analisa topik masalah untuk memahami persyaratan dan lingkup tugas, sebelum Anda mulai mengerjakannya.


Membuat jadwal menulis
Anda harus pandai menyisihkan waktu untuk menulis makalah. Cari waktu yang tepat, agar Anda dengan mudah mendapatkan ide-ide cerdas yang akan Anda tuangkan dalam makalah.


Atur bahan penelitian dan analisa
Hal penting yang Anda lakukan adalah membuat kata kunci dari topik makalah yang akan Anda angkat. Selanjutnya, atur informasi yang tersedia kedalam outline yang rapi.


Fokus
Anda harus fokus pada ide yang sudah Anda tetapkan. Pastikan bahwa referensi yang kita butuhkan sudah terpenuhi. jIka masih bingung, Anda bisa mencari contoh makalah pendidikan lain, asal tidak menjiplaknya begitu saja.


Membuat Draft
Aturlah kerangka makalah yang Anda buat. Dengan cara ini, maka Anda telah membuat aliran ide yang siap Anda tuangkan dalam bentuk tulisan untuk makalah Anda.


Penulisan
Mulailah mengembangkan kerangka tulisan yang sudah Anda buat. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, dan sesuai dengan EYD. Hindari kata-kata yang membingungkan pembaca.


Editing
Jika proses menulis sudah selesai, lakukan editing secara keseluruhan. Bisa jadi Anda melakukan kesalahan pengetikan, sehingga perlu Anda revisi.

Dari semua hal yang Anda tuliskan, hal yang tidak kalah penting adalah keunikan makalah yang Anda buat. Makalah pendidikan tersebut sebisa mungkin memiliki nilai tersendiri yang membedakan dengan yang lainnya. Jika tidak, maka makalah yang Anda buat tidak memiliki nilai lebih.

anneahira.com

Kamis, 15 November 2012

Novel Atheis


Bagian I
Apa artinya sesal, kalau harapan telah tak ada lagi untuk memperbaiki segala kesalahan? Untuk menebus segala dosa?
Tiraikasih website http://kangzusi.com/
Akan tetapi hilangkah pula sesal, karena harapan untuk menebus dosa itu telah hilang? Ah, bila demikian halnya, barangkali takkan seberat itu segala dosa menekan jiwa Kartini. Tapi tidakkah malah sebaliknya? Bahwa semakin hilang harapan, semakin berat pula sesal menekan?
Sempoyongan Kartini keluar dari sebuah kamar dalam kantor Ken Peitai. *) Matanya kabur terpancang dalam muka yang pucat. Selopnya terseret-seret di atas lantai gedung yang seram itu. Tangan kirinya berpegang lemah pada pundak Rusli yang membimbingnya, sedang saya memegang lengan kanannya.
Perempuan malang itu amat lemah dan lesu nampaknya, seolah-olah hanya seonggok daging layaknya yang tak berhayat diseret-seret di atas lantai.